LightBlog

Film dan acara TV Hollywood seringkali menggambarkan pertandingan Gladiator sebagai pertarungan yang bengis dan penuh darah, tetapi faktany...

Fakta Tentang Gladiator : Mereka Tak Selalu Bertarung Sampai Mati

Film dan acara TV Hollywood seringkali menggambarkan pertandingan Gladiator sebagai pertarungan yang bengis dan penuh darah, tetapi faktanya kebanyakan dilangsungkan dengan peraturan tarung yang ketat dan adil. Kompetisi biasanya berupa pertarungan one-on-one antara dua pria yang se-ukuran. Para wasit terus mengawasi jalannya pertarungan dan segera menghentikan laga begitu ada yang terluka parah. Sebuah pertandingan bahkan bisa diakhiri apabila penonton ternyata bosan jika pertandingan berjalan lama dan monoton, dan jarang kali, kedua prajurit boleh meninggalkan arena dengan hormat kalau mereka telah memberikan tontonan yang seru bagi penonton.

Karena biaya yang dibutuhkan untuk tempat tinggal, makanan, dan latihan para gladiator sangat mahal, promotor biasanya tidak mau melihat mereka mati percuma. Para pelatih Gladiator mengajarkan petarungnya hanya untuk melukai, dan tidak membunuh. Dan para petarung dapat menyimpulkan sendiri bahwa mereka harus menghindari melukai saudara seperjuangan mereka terlalu serius. Meski begitu, kehidupan seorang Gladiator relatif brutal dan singkat. Kebanyakan hanya mampu hidup sampai pertengahan usia 20-an, dan sejarawan memperkirakan bahwa satu dari lima, atau satu dari sepuluh pertandingan akan berujung pada setidaknya satu kematian.

Lalu apa bedanya dengan tayangan MMA yang makin digemari oleh anak2 muda dewasa ini. Tulisan singkat ini mungkin ada di benak mereka yang menolak pendapat MMA sebagai bagian dari Olah raga. Bisa jadi.


0 comments: