OnePride MMA :Sebanyak tujuh petarung One Pride Mixed Martial Arts akan bertolak ke Singapura pada 15 Januari 2017 mendatang. Dalam kesempatan tersebut, mereka bakal bertanding dengan beberapa petarung dari Singapore Fighting Championship, UFC 208: Holm VS Randamie, UFC 200 : Miesha Tate VS Amanda Nunes

Tendangan Paling Efektif dalam MMA

Pernah penasaran ga sebenarnya jenis tendangan apa sih yang paling efektif dilakukan dalam sebuah pertarungan? Jujur saja sebagai penikmat film2 laga (baca: martial arts) macam Bruce Lee atau Van Damme dulu selalu membayangkan bahwa tendangan tinggi ke kepala lawan adalah yg paling greget dan mematikan. Tak terkecuali saat menonton tayangan UFC pertama kali di stasiun TPI dulu di tahun 2002. Ekspektasi yang sama masih terngiang di kepala.

Mari kita ambil high kick -yang agak2 sinematis, sebagai contoh: pada tahun2 awal diperkenalkan MMA, head kick sering kali gagal dieksekusi, dan cenderung berujung pelakunya terjatuh di matras, sehingga gerakan ini dianggap terlalu fancy untuk benar-benar bisa digunakan dalam pertarungan yang sebenarnya. Lalu datanglah Mirko Filipovic …, yang dikenal juga dengan sebutan “Crocop” (dia mantan polisi di Kroasia), melakukan tendangan ke kepala dan menjatuhkan lawan dari berbagai belahan dunia dan menghasilkan kemenangan KO.

Masalahnya bukan pada tendangan itu sendiri, melainkan pada penendangnya, perbedaan ini dapat dicapai melalui latihan dan pengalaman panjang. Dia tahu kapan waktu yang paling efektif untuk mengeluarkan jurus ini dan juga berlatih intens untuk menyempurnakannya. Tapi mungkin untuk sebagian orang yang tidak siap untuk mendedikasikan hidupnya pada seni head kicking (yang tentunya juga sangat sulit untuk dilakukan dalam balutan jean ketat :) ), tendangan yang paling bisa diandalkan oleh banyak orang adalah low kick.

Anda tidak perlu tubuh yang sangat fleksibel untuk melakukan low kick sehingga hal ini mudah dijadikan awal untuk berlatih. Tujuan dari low kick adalah untuk mengenai lawan di bagian yang “empuk” dari paha mereka menggunakan tungkai kita, dan apabila ini dilakukan dgn cukup keras mungkin saja lawan bisa terjatuh (jadi dalam sebuah pertarungan dunia nyata kita masih punya waktu untuk lari atau mungkin melanjutkan serangan berikutnya). Kalaupun mereka tidak serta-merta jatuh, tendangan berulang ke arah paha akan sangat berpengaruh pada mobilitas seseorang dan kemampuan mereka sendiri untuk menendang. Low kick juga bisa membantu Anda melakukan swift kick ke kepala, meskipun tentunya ini akan membutuhkan banyak latihan dan pengalaman untuk mempraktikannya.

Kunci utama melakukan serangan lowkick:

1. Kesabaran – pepatah Inggris lama ‘good things come to those who wait’ benar adanya saat kita bicara tentang low kick. Terkadang sedikit mundur dan menunggu sang lawan melakukan sesuatu akan membuka celah-celah yang bisa Anda manfaatkan.

2. Timing – timing adalah segalanya. Kalau Anda tidak punya timing yang bagus maka mungkin akan sulit bagi Anda untuk mengarahkan low kick ke lawan yang berbakat.

3. Variasi – jangan gunakan teknik yang sama berulang kali, ubahlah sedikit. Jika lawan kelihatan mulai bisa membaca taktik Anda, gantilah trik segera.

4. Footwork – footwork yang baik akan membantu Anda menciptakan sudut-sudut dan bukaan yang tepat untuk menyerang kaki lawan.

5. Kombinasi – kombinasi akan sangat membantu Anda mendaratkan low kick tanpa terhalangi oleh lawan yang berbakat.

Dan tentu saja, fighter UFC yang paling efektif dalam melakukan leg kicks, adalah Jose Aldo. Anda setuju?


Leave a respond

From Admin

welcome to mmaindonesia.net. Some of you may be familiar with this blog. And we were quite inactive for a while due to our activities. Now the blog is a bit more from our own personal point of view. If we only relied on copy-pasting others’ contents back then, our posts now will be mostly coming from the admins. Once again of course every opinion here is only from an MMA fan’s humble perspective – not as a practitioner, neither supported by sponsors. TPIFC (TPI Fighting Championship) –the first Indonesian MMA event aired since June 2002 – Jan 2005, remains being this blog’s focus.