LightBlog

Dalam MMA masa kini, hampir tak ada lagi kontestan yang hanya bermodalkan satu gaya bertarung, entah itu Boxing, Karate, Muaythai ataupun Gu...

STRATEGI DALAM TARUNG MMA

Dalam MMA masa kini, hampir tak ada lagi kontestan yang hanya bermodalkan satu gaya bertarung, entah itu Boxing, Karate, Muaythai ataupun Gulat. Semua teknik diramu dan dikemas menjadi satu gaya, yakni gaya tarung MMA. Beberapa petarung bahkan sangat mahir dan menguasai semua kombinasi teknik yang dibutuhkan dalam kompetisi MMA.

Seorang peserta yg berdisiplin asli Wrestling tak jarang malah membuat penonton berdecak kagum karena dengan trampilnya melancarkan lowkick ke kaki atau paha lawan dan menutupnya dengan pukulan hook kanan yg keras. Atau seperti yang kita saksikan di UFC, penonton tentu masih ingat saat seorang petarung berdiri yg dikenal dengan tendangan saktinya – Mirko CroCop Filipovic, dijatuhkan dengan KO oleh headkick Gabriel Gonzaga yg notabene seorang ‘pelantai’. 

Bagi pengunjung yg baru bergabung di blog ini, (sekedar me-refresh “materi”  ), bahwa dalam MMA ada 5 (lima) strategi utama yg biasanya diterapkan oleh para petarung, yakni : sprawls-and-brawl, clinch fighting, ground-and-pound, submission grappling dan lay-and-pray

Sprawl-and-brawl 
Ini adalah cara yg dilakukan oleh para petarung untuk menghindari takedown dan menjaga agar pertarungan tetap berada dalam posisi berdiri. Cara ini biasanya ditempuh oleh mereka yg berdisiplin tarung berdiri seperti boxing atau karate untuk meredam shoot yg dilakukan oleh pegulat. Petarung yg dikenal sebagai sprawl-and-brawler yg sukses antara lain Chuck Liddell and Mirko Filipović. 

Clinch fighting 
Clinch fighting (dan biasanya diikuti dengan "Dirty boxing") adalah taktik menggunakan clinch hold untuk mencegah lawan bergerak mendapatkan posisi memukul. Sambil -di waktu yg bersamaan terus mencari celah untuk melakukan takedowns dan menyerang lawan dengan dengan striking : knees, stomps, elbows, atau punches

Ground-and-pound 
Terdiri dari langkah2 menjatuhkan lawan terlebih dulu dengan takedowns atau throws, lalu mencari posisi aman yg biasa dikenal dengan top position, dan kemudian melakukan serangan kepada lawan yg sedang di posisi bawah dengan bermacam cara memukul :). 

Submission grappling 
Istilah Submission grappling biasanya berkaitan dengan taktik2 ground fighting yang terdiri dari teknik2 a.l : bagaimana menjatuhkan lawan ke bawah dgn menggunakan sebuah takedowns atau throw, memperoleh posisi di atas (dominant position), dan kemudian mengaplikasikan sebuah submission hold untuk menahlukkan lawan. Beberapa submission grapplers terbiasa dan bahkan merasa nyaman saat berada di posisi bawah (bottom position) karena kepercayaan dirinya untuk tetap bisa mengalahkan lawan dgn mencari celah2 untuk sebuah submission. 

Lay-and-pray 
Strategi "Lay-and-Pray" biasanya dipakai oleh seorang petarung yg sudah berhasil menjatuhkan lawan tetapi kurang ‘becus’ dalam serangan pamungkas. Singkatnya, sudah dapat posisi dominan tapi tidak bisa mukul dan tak bisa pula melakukan submission. Yg ada malah piting2an yg membosankan untuk dilihat. Isinya cuma kodok2an berharap menang angka sambil menunggu bel berbunyi. Di beberapa organisasi MMA, yg kayak beginian biasanya dilarang karena dianggap melakukan ‘stalling’. Jadi ingat TPIFC seri2 awal dulu. Banyak sekali kita temukan jurus kodok2an seperti ini dipakai oleh para petarung kita. Repost Maret 2008.

0 comments: