LightBlog

Seminggu ini, tepatnya sejak Sabtu 15 Juli lalu, kota Jogjakarta dipenuhi oleh siswa2 bule dari seluruh penjuru dunia. Mereka hadir dalam ra...

IPhO 2017 di Jogjakarta Seru!

Seminggu ini, tepatnya sejak Sabtu 15 Juli lalu, kota Jogjakarta dipenuhi oleh siswa2 bule dari seluruh penjuru dunia. Mereka hadir dalam rangka mengikuti lomba olimpiade Fisika (IPhO)tahun 2017 yang dihelat di kota Gudeg. Belasan bus tampak mondar-mandir dari Bandara Adisucipto ke Hotel Sahid Rich -tempat 424 siswa dari 88 Negara menginap.

Apa itu IPhO?
IPhO -singkatan dari Olimpiade Fisika Internasional, adalah kompetisi fisika internasional tahunan untuk siswa sekolah menengah. Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk meningkatkan pengembangan kontak internasional di bidang pendidikan sekolah, khususnya fisika.

IPhO pertama kali diadakan di Warsawa (Polandia) pada tahun 1967, dan diselenggarakan oleh Prof. Czeslaw Scilowski. IPhO terinspirasi oleh kesuksesan dan pengalaman positif yang didapat dari penyelenggaraan Olimpiade Matematika Internasional yang sudah ada sejak 1959, dan fisikawan dirangsang untuk terlibat dalam pendidikan fisika serta tertarik untuk membandingkan pengetahuan siswa terbaik di seluruh dunia.

Lalu siapa yang menjadi penyelenggara-nya?
Setiap negara peserta memiliki kewajiban untuk menjadi tuan rumah IPHO di wilayah mereka. Penyelenggara olimpiade adalah Departemen Pendidikan, atau Himpunan Fisika atau lembaga yang ditunjuk lainnya di salah satu negara yang berpartisipasi di mana kompetisi IPhO diadakan. Bagi Indonesia, penyelenggara acara ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (MoEC) Republik Indonesia. Ini adalah kedua kalinya bagi Indonesia menjadi tuan rumah acara tersebut. Dan venue yang dipilih adalah Daerah Istimewa Yogyakarta tercinta. Yang pertama dulu digelar pada tahun 2002, dan pulau Bali terpilih menjadi tempat olimpiade tersebut.

Negara-negara lainnya yang pernah menjadi tuan rumah antara lain adalah Estonia (2012), Denmark (2013), Kazakstan (2014), India (2015), dan Swiss (2016). Dan hingga saat ini, jumlah negara peserta IPhO telah mencapai 135 negara.

Pokoknya seru banget. Bangga melihat negara kita didatangi oleh bule2 yang cantik2, ganteng2 dan tentu saja pintar2.

Tampak panitia penyelenggara hiruk-pikuk, hilir-mudik, mondar-mandir, ke sana-kemari bekerja tak kenal lelah demi lancarnya gelaran bergengsi ini. Tak terkecuali para LO (Liaison Officer) yang jumlahnya ratusan, dan diseleksi sejak beberapa bulan yang lalu. Stress dan lelah akhirnya terbayar sudah. Hari ini lomba secara official dinyatakan selesai dan tadi pagi berlangsung closing ceremony-nya. Alhamdulillah ya.

Bangga Jogjakarta. Bangga Indonesia.





3 comments:

r munadji said...

http://www.harnas.co/2017/07/23/indonesia-raih-dua-emas-ipho-2017
YOGYAKARTA (HN) - Tim Olimpiade Fisika Internasia Indonesia meraih dua medali emas dan tiga medali perak dalam ajarang International Physics Olympiad (IPhO) 2017 yang dihelat di Yogyakarta.

Medali emas masing-masing diperoleh atas nama Ferris Prima Nugraha, dan Gerry Windiarto Mohamad Dunda, sementara medali perak diraih oleh Bonfilio Nainggolan, Faizal Husni dan Fikri Makarim Sosrianto.

"Ada ratusan medali yang kami bagikan pada ajang ini. Semua pihak sudah memberikan usaha terbaik mereka dalam kompetisi ini," kata Ketua IPhO 2017 Kamsul Abraha saat penutupan kompetisi di Yogyakarta, Minggu (23/7).

Pada kompetisi rutin tahunan yang ke-48 itu, penyelenggara membagikan total 64 medali emas, 72 perak, 102 perunggu dan 73 "honorable mention" kepada sekitar 400 siswa yang menjadi peserta.

Selain itu, juga disampaikan penghargaan khusus kepada siswa dalam kategori "best theory", "best experiment" dan "absolute winner".

Penghargaan sebagai "best experiment" diberikan kepada peserta dari Tiongkok yaitu Haoyang Gao, sedangkan penghargaan "best theory" diberikan kepada Akihiro Watanabe. Peserta dari Jepang tersebut sekaligus menyabet penghargaan "absolute winner".

Sekretaris IPhO 2017 Syamsul Rosyid mengatakan, kualitas soal yang diberikan kepada peserta cukup baik bahkan memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

"Nilai yang diperoleh peserta tidak melebihi 40 dari total nilai 50 poin. Biasanya, peserta bisa memperoleh nilai 44 atau 45 pada penyelenggaraan di negara lain. Ini membuktikan soal yang diberikan memiliki karakter sebuah olimpiade," katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan, kompetisi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar, tidak hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kompetisi ini juga bisa memberikan inspirasi kepada 53 juta siswa di Indonesia bahkan di dunia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang fisika," katanya.

Hasil yang diperoleh perwakilan Indonesia pada tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu saat IPhO digelar di Swiss yaitu satu emas dan empat perak.

Caaian terbaik Indonesia pada IPhO 2002 saat menjadi tuan rumah. Pada kompetisi yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali itu, tim Indonesia meraih tiga emas dan dua perak.

Pada tahun depan, kompetisi itu diselenggarakan di Lisbon, Portugal.

Reportase : Antara Editor : Mulya Achdami

If you apply such strategies for increasing traffic on your own blog, I am obviously you will notice the difference in few days.

writeaessay said...

write a paper for me http://sertyumnt.com/

I as well as my guys have already been analyzing the excellent hints located on the blog and then the sudden got an awful feeling I never expressed respect to the website owner for those secrets. My boys were certainly stimulated to read them and have…