OnePride MMA :Sebanyak tujuh petarung One Pride Mixed Martial Arts akan bertolak ke Singapura pada 15 Januari 2017 mendatang. Dalam kesempatan tersebut, mereka bakal bertanding dengan beberapa petarung dari Singapore Fighting Championship, UFC 208: Holm VS Randamie, UFC 200 : Miesha Tate VS Amanda Nunes

Satu Jam bersama Suwardi – One Pride MMA Flyweight Champion


Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga wawancara ngobrol dengan mas Suwardi sang juara kelas Terbang One Pride MMA di sela2 kesibukannya yang padat.

Friendly, itulah kesan pertama yang saya dapat saat pertama kali ngobrol dengannya. Ramah dan juga rendah hati. Sebuah kombinasi sikap yang ideal -yang lucunya justru dimiliki oleh orang2 yang notabene harus berlaku “kejam” saat mereka tampil di ring atau Octagon. Perpaduan Sikap yang semakin jarang kita temui di kehidupan se-hari2 kita. Kami berbagi banyak cerita seputar dunia MMA di Indonesia kini. Dan juga ngobrol ngalor-ngidul tentang isu2 yang sedang hangat saat ini (halah! istilah ngalor-ngidul ini kok berasa BJJ banget –North and south lol …). Tentu saja beliau bercerita tentang pengalaman ber-MMA-nya dan saya bercerita tentang pengalaman saya nonton MMA di teve -Jangan salah ya.


Oke guys,
mudah2an recap interview ini bisa menambah ‘wawasan nusantara‘ MMA kita. Aamiin. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada mas Suwardi atas waktunya. Semoga makin sukses dengan karier MMA-nya. Aamiin. Sampai ketemu tanggal 15 Juli 2017.
Are you ready…..?

Q [ Terpelatuk.com ] : Bagaimana pendapat anda tentang MMA Indonesia sekarang ini? Pengaruhnya terhadap generasi muda pada umumnya, apakah anda memandang positif atau negatif?

A [ Suwardi ]: MMA Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yg sangat pesat, baik dari segi fighter, penikmat, maupun media yang membicarakannya. Ini mungkin karena didukung oleh event MMA lokal yang selalu rutin disiarkan di TV nasional dan juga gampangnya mengakses berbagai info tentang MMA di internet. Sudah pasti ada dampak positif bagi generasi muda , di samping memperoleh manfaat dari sisi olahraga, MMA menurut saya juga bisa menjadi sarana edukasi agar orang berpikir lebih terbuka. Dan pastinya sikap seperti itu akan terbawa dalam kehidupan sosial generasi muda –mudah beradaptasi, saling bisa menerima perbedaan, dll dsb?

Q: Pasti Mas Wardi menyukai juga tayangan MMA di luar negeri seperti UFC atau Bellator. Boleh tahu siapakah fighter UFC favorit mas Wardi ?

A: Ada yg pernah bilang “jangan cintai orangnya, tapi cintailah permainannya”. Orang ada masanya, tapi permainan tetap berjalan… hahha… terlalu dramatis banget deh saya..! Ada sih.. saya suka Khabib (Khabib “The Eagle” Nurmagomedov)… karena selalu menampilkan full MMA dalam setiap laganya… sebuah display yang sangat bagus, etikanya bagus dan tampan pula, 11-12 sama saya, iya nggak? ( hmmm… iya juga sih )

Q: Mas Wardi pernah nonton TPIFC? Bagaimana menurut Anda posisi OnePride saat ini jika dibandingkan dengan event TPIFC dulu? Dari segi fighter maupun teknik2 yang dikuasai oleh mereka?

A: Pernah dong, itu kan acara favorit waktu dulu. TPIFC merupakan pelopor event MMA di Indonesia … sangat luar biasa. One Pridedengan TPIFC? One Pride mungkin lebih populer karena kemasannya yang begitu menarik, Cage yang megah dan pendanaan yang kuat, promosinya juga lumayan bagus, system pemilihan fighter yang ketat lewat audisinya. Acungan jempol juga buat TPIFC karena merekalah sang pembabat hutan, pembuat jalan … pasti mereka sangat kesulitan pada masa itu, tetapi mereka mampu membuat event-nya. Dari segi atletnya, kualitas fighter lebih maju di era One Pride, seperti yang saya bilang ; info seputar MMA saat ini sudah sangat gampang di-akses melalui internet, jadi lebih gampang buat mereka untuk belajar. ( Sumpah keren sungguh nih jawaban mas Wardi. Saya tambahin ya, Mbaknya juga cuantik-cuantik).

Q: Apakah Anda setuju olahraga MMA diperkenalkan sejak dini seperti yang kita sering lihat di luar ada pertandingan MMA anak2 (MMA for kids)

A: Sangat setuju jika hanya untuk diperkenalkan . Tidak dipertandingkan dulu ya. Atlet MMA di luar biasanya dididik dari usia dini. Biasanya diarahkan ke salah satu cabor tertentu untuk melatih tanding amatirnya, dan perlahan diarahkan ke MMA amatir ya kisaran usia 10 thn lah kita kenalkan ke pertandingan. Tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa mereka masih di masa pertumbuhan dan suka bermain. Utamakan pendidikan di sekolah dan biarkan beladiri yang membentuk karakter mereka. Seperti para ahli bilang; beladiri bukan hanya sekedar berkelahi, tapi sebagai sarana pembentukan karakter. Yang pasti karakter yang bagus.

Q: Berapa putranya Mas? Apakah mereka akan menekuni olahraga ini di kemudian hari? Apakah Anda sebagai orang tua mendorong hal ini atau justru melarangnya?

A: Hahahaa… bersyukur saya dikaruniai tiga malaikat yang lucu … Saya tidak memaksakan mereka harus mengikuti jejak saya sebagai petarung. Akan tetapi mereka wajib untuk berlatih beladiri walaupun nantinya tidak terjun di MMA atau Martial Art lainnya. Selama tujuannya positif saya akan dorong mereka, dan –insyaAllah harus melebihi yang sudah saya capai, dalam hal prestasi.

Q: Ini mungkin sedikit ngeselin untuk dijawab, apakah rahasia, strategi atau game plan Anda untuk menghadapi lawan yang lebih kuat di striking, dan sebaliknya yang lebih kuat di grappling-nya? Hal yang sama pernah saya tanyakan ke Fransino Tirta di masa lalu


A: Hahahaa … mungkin saya salah satu fighter yang ga terlalu banyak punya rahasia, termasuk semisal saya harus berbagi tehnik dengan lawan yang nantinya bakal berlaga dengan saya . MMA itu momentum, jika anda bermain dengan singa ya jadilah hiu yang ganas, dan sebaliknya… Tapi jika lawan anda adalah seorang Amphibi … berikan makanan yang tidak mereka sukai. (Red –Wah malah bikin mumet si Penanya ini @#$…. Tapi pasti kalian tahu kan apa maksudnya. Ini keren!)

Q: Siapa lawan terberat di OnePride menurut Anda?

A: Lawan terberat mungkin belum ada, tapi di pertandingan berikutnya bakal nemuin lawan-lawan yang tangguh, karena pasti mereka semua sudah belajar dan terus berbenah?

Q: Apakah pendapat Anda jika di One Pride suatu hari menggelar tarung dengan system grand Tournament seperti di TPIFC dulu dengan8 men in – 1 man out –dalam satu malam mirip dengan UFC di awal2 seri?

A: Wah menantang sekali. Sudah pasti kita harus menyiapkan strategi yang bagus. Menang cepat pasti sangat diharapkan di penyisihan awal. Intinya sangat tertantang dengan pola grand tournament 8 men in-1man out.

Q: Apakah anda setuju bahwa teknik2 yang ada di MMA adalah cara terbaik untuk bertarung di jalanan –tentu saja dalam konteks jika kepepet?

A: Sangat setuju. MMA ini sudah seperti pertarungan jalanan dengan sedikit aturan agar kemasan menarik untuk ditonton dan untuk menjaga keselamatan fighter. Bedanya di jalanan mungkin malah lebih mudah karena tidak ada aturan? Yess…!

Q: Apakah untuk saat ini statement bahwa style BJJ lebih mendominasi di dalam tarung MMA dibandingkan stand up fight masih relevan menurut mas Wardi?

A: Masih sangat relevan untuk di event lokal seperti One Pride, dikarenakan masih minimnya pengetahuan dan tata cara ground fight yang baik. Di event internationalpun sebenarnya masih sangat baik digunakan, akan tetapi nilai jualnya sudah menurun karena dianggap kurang menarik untuk ditonton

Q: Bagaimana anda melihat OnePride ke depannya, apakah bisa dijadikan harapan oleh para petarung2 muda berpotensi yang tersebar di pelosok negeri Nusantara ini?

A: One Pride ke depan bakal menjadi wadah besar para praktisi MMA untuk berkarya di sana. Sesuai dengan motto-nya “One Pride untuk Indonesia”… dan tidak berhenti di situ saja karena One Pride akan mengembangkan kerja sama dengan berbagai event international seperti UFC, SFC, BAMMA. Tentu ini membuktikan bahwa One Pride sangat serius membangun MMA di Indonesia dan membuatkan jalan karier yang bagus untuk para atlet yang berprestasi. Kesimpulannya; One Pride bisa menjadikan MMA sebuah pekerjaan dan menjanjikan jenjang karier yang bagus.

Q: Apakah anda melihat Onepride cukup baik memperlakukan para atletnya?

A: Ha ha ha ha… untuk di Indonesia One Pride sangat baik memperlakukan fighter-nya, sangat profesional… mulai dari pembuatan video profile petarung, akomodasi , hotel karantina yang baik dan yang pasti, bayaran yang berjenjang buat si fighter yang menang. Saya nilai memuaskan sekali. Ya kita sangat berterima kasih kepada pak Ardie Bakrie yang sudah memberikan wadah One Pride ini. Juga para senior MMA Indonesia seperti Fransino Tirta, Max Metino, Linson Simanjuntak, David Strom dan para senior lain yang ada di dalam tubuh One Pride yang sudah memperjuangkan agar MMA di Indonesia berkembang dan bisa dijadikan karier. Kira-kira seperti itu.

Demikian wawancara dengan Suwardi sore ini. Semoga menginspirasi generasi muda MMA Indonesia. Aamiin.

Foto diperoleh dari Mas Suwardi.

Leave a respond

From Admin

welcome to mmaindonesia.net. Some of you may be familiar with this blog. And we were quite inactive for a while due to our activities. Now the blog is a bit more from our own personal point of view. If we only relied on copy-pasting others’ contents back then, our posts now will be mostly coming from the admins. Once again of course every opinion here is only from an MMA fan’s humble perspective – not as a practitioner, neither supported by sponsors. TPIFC (TPI Fighting Championship) –the first Indonesian MMA event aired since June 2002 – Jan 2005, remains being this blog’s focus.