LightBlog

Pernah penasaran ga sebenarnya jenis tendangan apa sih yang paling efektif dilakukan dalam sebuah pertarungan? Jujur saja sebagai penikmat f...

Low Kick - Tendangan Efektif dalam MMA

Pernah penasaran ga sebenarnya jenis tendangan apa sih yang paling efektif dilakukan dalam sebuah pertarungan? Jujur saja sebagai penikmat film2 laga (baca: martial arts) macam Bruce Lee atau Van Damme dulu selalu membayangkan bahwa tendangan tinggi ke kepala lawan adalah yg paling greget dan mematikan. Tak terkecuali saat menonton tayangan UFC pertama kali di stasiun tv TPI dulu di tahun 2002. Ekspektasi yang sama masih terngiang di kepala.

Mari kita ambil sebagai contoh, high kick -yang agak2 sinematis. Pada tahun2 awal diperkenalkan MMA, head kick sering kali terlihat gagal dieksekusi, dan malah cenderung berujung pelakunya nyungsep di matras, sehingga gerakan ini dianggap terlalu fancy untuk benar-benar bisa digunakan dalam tarung yang sebenarnya. Lalu datang Mirko Filipovic ..., sosok yang dikenal dengan sebutan “Crocop” (karena dia adalah mantan polisi di Kroasia) bermodalkan tendangan ke kepala dan menjatuhkan lawan dari berbagai belahan dunia dan menghasilkan kemenangan KO.

Konon, yang menjadi masalah adalah bukan pada teknik tendangan ini atau itu, melainkan justru pada si orang yang melakukan tendangan, seberapa lama dia mengasahnya melalui ber-tahun2 latihan dan jam terbang yang panjang. Ini mengingatkan kita pada pepatah almarhum Bruce Lee : I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times. Harus tahu kapan waktu yang paling tepat untuk mengeluarkan jurus ini dan terus berlatih secara intens untuk menyempurnakannya. Dan bagi sebagian orang yang tidak siap untuk mendedikasikan hidupnya pada seni head kicking, tendangan yang paling bisa diandalkan adalah low kick. Sebuah tendangan yang biasanya diarahkan ke kaki lawan.

Kamu tidak perlu tubuh yang sangat fleksibel untuk melakukan low kick sehingga hal ini mudah dijadikan awal untuk berlatih. Tujuan dari low kick adalah untuk mengenai lawan di bagian yang “empuk” dari paha mereka dengan menggunakan tungkai kita, dan apabila ini dilakukan dengan cukup keras mungkin saja lawan bisa terjatuh (sehingga -dalam pertarungan dunia nyata, kita masih punya waktu untuk lari atau memilih melanjutkan serangan berikutnya). Kalaupun mereka tidak serta-merta jatuh, tendangan berulang ke arah paha akan sangat berpengaruh pada mobilitas seseorang dan kemampuan mereka sendiri untuk menendang. Low kick juga bisa membantu Anda melakukan swift kick ke kepala, meski tentunya ini akan membutuhkan banyak latihan dan pengalaman untuk mempraktikannya.

Kunci utama melakukan serangan lowkick -disarikan dari berbagai sumber :

1. Kesabaran – pepatah Inggris lama ‘good things come to those who wait’ benar adanya saat kita bicara tentang low kick. Terkadang sedikit mundur dan menunggu sang lawan melakukan sesuatu akan membuka celah-celah yang bisa Anda manfaatkan.

2. Timing – timing adalah segalanya. Kalau Anda tidak punya timing yang bagus maka mungkin akan sulit bagi Anda untuk mengarahkan low kick ke lawan yang berbakat.

3. Variasi – jangan gunakan teknik yang sama berulang kali, ubahlah sedikit. Jika lawan kelihatan mulai bisa membaca taktik Anda, gantilah trik segera.

4. Footwork – footwork yang baik akan membantu Anda menciptakan sudut-sudut dan bukaan yang tepat untuk menyerang kaki lawan.

5. Kombinasi – kombinasi akan sangat membantu Anda mendaratkan low kick tanpa terhalangi oleh lawan yang berbakat.

Dan tentu saja, fighter UFC yang paling efektif dalam melakukan leg kicks, adalah Jose Aldo.
Anda setuju?

0 comments: