LightBlog

Saya seringkali memanggil Sifu kepada orang2 yang saya anggap berilmu , memiliki integritas yang kuat dan sekaligus menginspirasi saya ...

(Don't) Call Me Sifu ...lol

Saya seringkali memanggil Sifu kepada orang2 yang saya anggap berilmu, memiliki integritas yang kuat dan sekaligus menginspirasi saya untuk berbuat lebih baik – tak peduli usianya lebih tua atau lebih muda. Tak hanya kepada mereka yang mumpuni dalam olah raga dan seni bela diri tetapi juga dalam aspek kehidupan lainnya. Bagi saya pribadi, panggilan Sifu atau Guru adalah sebuah bentuk penghargaan kepada mereka yang layak untuk saya hormati. Namun sayang banyak yang salah paham tentang hal ini. Sebutan Sifu atau Guru selalu mereka asosiasikan dengan orang2 yang memiliki kompetensi profesional dan sertifikasi sah dalam sebuah pencapaian ilmu bela diri tertentu.

Sering pula kita dengar seorang instruktur bela diri menyematkan gelar profesional tertentu pada namanya untuk tujuan meningkatkan kredibilitas, atau sekedar untuk membuat para muridnya terkesan.  Beberapa di antaranya bahkan menciptakan gelar untuk membuat diri mereka tampil lebih sempurna ketimbang kompetensi yang mereka miliki, atau bahkan guru mereka sendiri. Padahal kita semua mafhum bahwa gelar2 tersebut sama sekali tidak membantu mempromosikan dirinya atau keilmuan yang ditekuninya. Sebaliknya, gelar2 semacam ini idealnya merupakan hasil dari komitmen dan dedikasi ber-tahun2 seorang Guru yang mungkin bakal menghabiskan waktu seumur hidupnya demi mengembangkan ilmu dan skill muridnya.

Tentu tulisan pendek ini tak bermaksud menyalah-benarkan Gelar2 yang telah di-klaim secara pribadi oleh para "Sifu". Karena itu adalah 100% hak mereka. Hanya sekedar me-refresh diri sendiri tentang penggunaan gelar tersebut dalam komunikasi se-hari2 di saat berinteraksi dengan bermacam orang dengan berbagai sifat, tabiat dan kebiasaan. Berikut ini adalah terjemahan bebas dari sebuah artikel di internet terkait gelar Sifu. Jika mungkin ada yang belum paham.
Di China sendiri, semua instrukur bela diri dipanggil dengan sebutan Sifu – atau Shifu dalam bahasa Mandarin. Beberapa orang China Utara memanggil guru mereka dengan istilah Laoshi – atau Losi dalam bahasa Kanton. Banyak murid generasi ke tiga memanggil para gurunya dengan sebutan Si-Gung atau Tai-Laoshi. Dan murid pada generasi ke empat  memanggil guru dari generasi pertama sebagai Tai-Sigung atau Si Tai Gung.

Namun pada kenyataannya tak banyak guru Kung fu tradisional di China yang memiliki lebih dari empat generasi murid di bawahnya, karena seorang murid biasanya harus membantu mengajar sampai sang guru mangkat. barulah kemudian para siswa bisa mulai mengajar sendiri. Dalam beberapa kasus, ketika murid yang sangat pintar berpindah jauh dari Guru mereka, mereka diberi izin untuk mengajar sendiri sebelum meninggalnya sang guru. Dalam kasus ini, mudah untuk melihat bagaimana proses munculnya murid generasi ke tiga. Dan seterusnya, instruktur generasi ke tiga hanya bisa terjadi jika murid orang ini nantinya juga berpindah jauh dan mulai mengajar sendiri di tempat lain. Dst. Dst.

Gelar yang awalnya bertujuan untuk membedakan mana murid dan guru ini sebenarnya didasarkan pada gelar atau panggilan di keluarga China. Sifu berarti ayah guru (teaching father). Istri guru akan disebut sebagai Si-mo, walaupun biasanya dia tidak memiliki pengetahuan tentang seni bela diri suaminya. Dan jika sang guru adalah seorang wanita, tetap akan dipanggil sebagai Sifu. Suami wanita Sifu akan dipanggil sebagai Si-Jeong atau paman guru, meskipun ybs mungkin bukan seorang praktisi bela diri. Dan seterusnya, untuk teman sekelas senior laki-laki adalah Si-hing atau shi-xiong dalam bahasa Mandarin. Teman sekelas senior wanita disebut Si-jie, atau dalam bahasa Mandarin Shi-jie. Teman sekelas junior laki-laki disebut Si-daih atau Shi-di, sedangkan teman sekelas junior perempuan disebut Si-moi atau Shi-mei. Teman sekelas senior pria atau wanita guru Anda disebut Si-bak atau Shi-buo. Dan juga, teman sekelas junior laki-laki atau perempuan guru Anda disebut Si-suk atau Shi-shu. Bingung ? Aku juga :)

Gelar2 ini sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan system peringkat resmi ataupun learning levels; di China panggilan2 ini digunakan hanya sebagai cara yang santun untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang biasanya ditemui di lingkungan sekitar sekolah. Jadi, bagaimana kita bisa sampai pada sistem pemberian gelar yang rumit – yang digunakan di sekolah2 bela diri masa kini?

Ketika tantara Amerika memboyong seni bela diri Jepang dan Korea ke Amerika Utara pasca Perang Dunia II, banyak guru pada awalnya merancang sistem peringkat menjadi lebih luas. Organisasi Karate dan Tae Kwon Do di A.S dan Eropa adalah beberapa sekolah pertama yang menggunakan system sabuk ber-warna, tingkatan dan juga gelar profesional untuk tujuan membuat peringkat. Dalam organisasi tersebut, seseorang dengan fifth-degree black belt dan mengajar dianggap telah memenuhi syarat sah untuk menjadi seorang Master. Seseorang yang memiliki Sabuk hitam dengan level sembilan atau kesepuluh dan juga memimpin organisasi biasanya dianggap sebagai GrandMaster. Dan ini bisa saja terkait sisi bisnis dalam rangka mengembangkan dan menjaga kelangsungan hidup organisasi bela diri itu sendiri -Red.

Kita akhirnya bisa mengerti ketika mendengar seorang Guru bela diri menambahkan gelar “Grand Master” pada dirinya setelah ybs berhasil mengembangkan sebuah organisasi bela diri yang besar, dan pula telah menghasilkan beberapa instruktur kelas Master dan Sifu yang berkualitas.

Nah, tulisan pendek ini akhirnya berbuntut menjadi agak panjang. Tidak mengapa, karena dalam hidup ini kadang kita harus siap memanjang dan memendek sesuai dengan keperluan dan kondisi alam - lol. Kembali ke paragraf pertama, sekarang sudah jelas alasan kenapa saya suka memanggil orang2 yang saya hormati dengan panggilan Sifu atau Guru. Namun, yang menjadi problem adalah ketika orang2 tersebut tidak berkenan dengan panggilan Sifu yang saya tujukan kepadanya. Ini kadang merepotkan. Walaupun tentu ada beberapa alasan di balik keberatan beliau. Dan alasan itu bisa saja salah satu dari yang berikut ini :

  • Orang tersebut memiliki sifat sangat rendah hati dan merasa tidak enak karena ditinggikan statusnya

  • Menganggap panggilan tersebut sebagai sesuatu yang memberatkan dirinya karena ybs merasa tidak belum memiliki sertifikasi atau legitimasi yang cukup baik di  bidang yang digelutinya. Dan dia menyadari sepenuhnya hal itu

  • merasa dibully dan tersindir karena dia sendiri hobi mencibir ke orang lain dengan cara yang sama.

Kira2 begitu. Entahlah. Bagaimana menurut kalian.

Both “师傅” and “师父” are read “shifu”. They are not the same in a formal way in terms of their social context.

师傅shīfu is a very common and polite Chinese term to call the skilled workers from working class , such as taxi-drivers, shop assistant, construction workers, repairmen, dustmen, doormen, cook, barbers, elderly workers, bakers, or anyone (elder people most of time) in the street when you want to ask for help but you don’t know their name. It can be used to address men as well as women, more likely to be male than female. If we know the skilled worker’s family name (Zhang, Wang or something), we address him/her 张师傅 Zhang Shifu or 王师傅 Wang Shifu.

Note that 师父 shīfu (师shī - teacher, 父 fu - like a father) for a common address to a monk or nun, and a martial arts instructor. In the classic novel “Xi You Ji” (西游记,Journey to the West), you may find that Money King always called the monk Tang-Seng “师父shīfu”. Chinese people traditionally respect their teachers as equally as their own parents, that is the reason why 师 shī is for a teacher, and 父 fu is like a father.

3 comments:

RobertSoync said...

НОвый продукт на базе норвежского исходного экстракта YTE ( на нем в 2011-2012 годах выпускался американский ламинин )от GET Your Boom в 3 - 7 раз дешевле, чем Laminine LPGN из США. СКАЙП evg7773 Цены http://www.1541.ru Это и прекрасная работа в партнерской программе без обяз. покупок. Зашел бесплатно и Зарабатывай сразу полноценно!

Each Gift costs 0.2USD.Get 100 Gift, just click and sign-up. https://gift.one/i/56298484478 Telegram is going to airdrop 1,000,000 GRAM! GRAM is the token of its blockchain product TON.

Павел Дуров - владелец TELEGRAM начал выпускать монеты GRAM. Сейчас дарят 100 монет, это 20$ https://gift.one/i/56298484478 Можно получить до 20000$ в подарок за 20 приглашенных! Только до середины марта!

bayuputra said...

Kalau gitu saya panggil Mas Guru

r munadji said...

master sifu bayuputra....akhirnya ada comment yg bukan spam :)
terima kasih sudah mampir, osu!