LightBlog

Berita ini mungkin terdengar sedikit aneh, apa iya seorang Presiden mau2an membahas tentang MMA dengan seorang tamunya. Tapi apapun itu, bag...

Presiden Jokowi Bahas Tarung MMA dan Investasi saat Bertemu dengan Pangeran Bahrain,

Berita ini mungkin terdengar sedikit aneh, apa iya seorang Presiden mau2an membahas tentang MMA dengan seorang tamunya. Tapi apapun itu, bagi para penggemar olahraga MMA di Indonesia hal ini merupakan berita yang menggembirakan, karena ini adalah pertanda baik bahwa MMA akan semakin diterima dan berkembang di Nusantara yang kaya akan beladiri. Siapa tahu nantinya akan ada Menteri Muda urusan MMA :) Mantaplah ini.



Seperti dikutip dari Detik

Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Pangeran Bahrain Shaikh Khalid bin Hamad Al Khalifa di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (11/5/2018). Dalam pertemuan itu, keduanya sempat membahas turnamen bela diri Mixed Martial Arts (MMA), yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Pada awal sambutannya, Jokowi menyampaikan rasa senang atas pertemuan tersebut. Jokowi mengatakan Bahrain merupakan negara sahabat yang penting bagi Indonesia.

"Saya senang Bahrain telah menugaskan duta besarnya yang pertama bagi Indonesia. Keberadaan Duta Besar Bahrain akan semakin mempererat kerja sama kedua negara," ujar Jokowi, seperti yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Jumat (11/5).

Adapun tujuan utama kedatangan Pangeran Khalid adalah menyelenggarakan event bela diri MMA bertajuk 'Brave 12', yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 12 Mei 2018, di Jakarta. Jokowi pun mendoakan acara tersebut berjalan dengan sukses.

"Semoga acara ini berjalan sukses. Dan saya harap pergelaran olahraga internasional seperti ini dapat kembali dilakukan di Indonesia di masa mendatang," katanya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga membahas kerja sama ekonomi Indonesia-Bahrain. Jokowi mengatakan dirinya gembira melihat perkembangan kerja sama perdagangan dan pariwisata kedua negara.

"Tahun 2017 ini perdagangan Indonesia-Bahrain meningkat 103,45 persen mencapai USD 206,3 juta. Jumlah wisatawan Bahrain ke Indonesia juga meningkat 6,04 persen mencapai 2.281 orang. Ini harus terus ditingkatkan. Potensinya masih sangat besar," kata Jokowi.

Jokowi juga berharap Bahrain dapat meningkatkan investasi di Indonesia, terutama pada bidang energi, mineral, dan bidang-bidang potensial lainnya.

"Kita harus sama-sama dorong forum investasi kedua negara guna menjajagi peluang investasi," katanya.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas undangan Raja Bahrain dan mengatakan akan mempertimbangkan undangan tersebut dengan serius. Pada Juli 2017, lanjut Presiden, ia juga pernah menyampaikan undangan kepada Raja Hamad bin Isa Al Khalifa untuk berkunjung ke Indonesia.

"Saya dan masyarakat Indonesia masih menantikan kedatangan Sri Baginda Raja," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
(jor/dkp)

1 comments:

Anonymous said...

Ntap neh pak presiden