LightBlog

Lha apa kaitannya dengan MMA ? Paling tidak seperti itulah kira2 komentar anda saat membaca judul postingan ini! Berkeringat saat berlari ...

Lha apa kaitannya dengan MMA? Paling tidak seperti itulah kira2 komentar anda saat membaca judul postingan ini!

Berkeringat saat berlari adalah hal biasa. Berkeringat saat bertinju atau kumite adalah hal yang biasa pula. Dan yang namanya keringat, selain bikin risih tentunya juga menimbulkan aroma kurang sedap a.k.a bau! Saat berlatih Tinju atau Karate, mungkin saja tak selalu terjadi pertukaran keringat di antara dua atlet karena mereka relatif terpisah oleh jarak. Yang ada hanya pertukaran pukulan atau tendangan. Namun dalam olahraga Grappling, Gulat dan MMA atau bela diri melantai lain-nya tak bisa dihindari lagi derasnya keringat dari dua atlet menyatu menjadi campuran senyawa baru -yang ‘aroma’-nya ......lol.. mungkin lebih baik tidak dibahas di sini.


Bicara tentang keringat sangat erat hubungannya dengan menjaga kebersihan badan. Inilah kesan yang Penulis dapat ketika membuka situs salah satu klub Grappling terkenal di Jakarta saat itu (sudah almarhum website-nya). Pada halaman About Us-nya tercantum beberapa aturan yang menurut penulis sangat penting untuk dipatuhi oleh para anggotanya:

Tentang cara berlatih
Pada dasarnya pembinaan suasana belajar yang positif sangat kami pentingkan. Walaupun sifat kompetitif itu adalah faktor pendorong kemajuan, kami tidak dapat mentoleransi sikap kompetitif yang berlebihan.  Contoh:

1. Melakukan gerakan2 submission atau gerakan2 berbahaya lainnuya dengan tanpa kontrol.
2. Tidak pernah memberi kesempatan bagi mitra berlatih untuk maju.
3. Selalu grappling dengan 100% tenaga setiap kali.
4. Terlalu berfokus dengan mendapatkan submission semata tanpa memperhatikan proses mendapatkannya.
5. Dan sebagainya ... (segala macam aksi2 yang didasarkan oleh egoisme semata)

Kesehatan Jasmani
Semua anggota bertanggung jawab atas kesehatan diri masing2 dan juga harus perduli terhadap kesehatan anggota yang lain:

1. Jangan datang ke tempat latihan bila anda sedang mengidap penyakit menular (kulit, batuk, pilek, flu, dsb.)
2. Para anggota harus berusaha sebaik2nya untuk menjaga kebersihan diri (termasuk kebersihan pakaian dan sepatu gulat)

Mengenai Pakaian Latihan
1Boleh mengenakan seragam bela diri lain atau pakaian olah raga lainnya
2. Harus mengenakan celana dalam (kami serius)
3. Sepatu gulat tidak boleh digunakan sebagai sepatu jalan (untuk menghindari penyakit kulit seperti: herpes, dll.)
4. Pakaian harus dibersihkan sebelum latihan (maaf kami harus ulangi lagi)

Terkesan Klub ini menekankan begitu pentingnya kebersihan dalam ber-olahraga (Jiu-jitsu khususnya). Tentu saja karena kebersihan adalah pangkal kesehatan. Dan kebersihan juga merupakan sebagian dari iman.  Untuk menjadi atlet yang baik dituntut memiliki ‘iman’ yang kuat. Agar tak ‘mabok kepayang’ saat berada di puncak dengan bermacam gelar dan sabuk juara. Agar tak pula goyah di saat terpuruk. Dan itu bisa dimulai dari belajar tentang kebersihan saat berkeringat dalam Octagon.

Lalu apa kata para Praktisi bela diri lainnya?
Berikut ini adalah komentar seorang Pelatih dari MMA Gym- Golden Gening di kota Pontianak, Coach Nelly Agussalim.  Menurutnya, kebersihan bagi seorang Fighter itu wajib hukumnya. Fighter MMA itu harus bersih dan kinclong. Sebelum masuk Octagon, "rumput " di area ketiak agar di-tebas dulu, jangan lupa pake deodoran, rambut harus ditata sedemikian rupa. Bagi yang tetap ingin mempertahankan rambut panjangnya, sebaiknya di-kuncir yang rapi, atau pake pomade. Saya melihat ada beberapa fighter yang terganggu konsentrasinya saat bertarung akibat rambut panjangnya sendiri yang bikin ribet.

Oya, Fighter juga harus pakai handbody atau vaselin untuk badan mereka. Gak kebayang ‘kan pas mereka sedang bergulat di bawah terus keringatnya bercucuran, ditambah bau amis darah dan aroma telapak sepatu bercampur jadi satu. Dengan handbody setidaknya keluar aroma wangi dikit2 hahahaa. (Pelatih yang bulan lalu baru saja dikaruniai puteri cantik ini juga tak sungkan memberi masukan2 tentang pakaian yang sebaiknya dikenakan oleh para MC Putri One Pride agar tampil lebih maksimal. Mungkin nanti beliau membuat post khusus yang membahas tentang ini ).

Sebagai penonton kita tidak hanya menikmati permainan yang menarik tapi juga melihat penampilan dan kebersihan juga, lanjutnya.  Di sasana kami jika atlet2 akan bertanding harus merapikan rambutnya. Harus cepak. Kalau mereka tak mau ikut aturan akan kami coret.

Ternyata kejam juga ya? Tidak, sergahnya. Ini aturan.

Di luar dugaan malah banyak yang berminat dengan kaos ber- design Survivor kemarin, yang sayangnya tidak kami jual untuk Umum. Teta...



Di luar dugaan malah banyak yang berminat dengan kaos ber- design Survivor kemarin, yang sayangnya tidak kami jual untuk Umum. Tetapi karena banyak teman menanyakan, akhirnya kaos ini kita re-design dan segera diedarkan. Dengan sedikit perubahan logo Silat Karambit yang tadinya di posisi belakang leher (dan kecil), pindah ke depan menjadi design utama.

Bagi yang baru bergabung, fyi saja:
Design ini merujuk ke philosophy yang menggambarkan bahwa Silat adalah tentang bagaimana kita bisa bertahan hidup dari segala macam rintangan /tantangan yang ada. Tak melulu harus "bak-bik-buk". Dengan segala kerendahan hati dan tata krama komunikasi yang baik, kita bisa menjadi teman dalam perbedaan sekalipun. Silaturahmi, begitu kata orang bijak. Ngobrol dan ngopi bersama akan lebih bermartabat jika dibandingkan dengan bersilat-lidah tanpa tujuan yang baik.

Basically, Silats main philosophy is how to “Survive In Life from Any Threat”. This is originated from the philosophy in traditional Silat that the word Silat is all about protecting our life at all costs and doing whatever is necessary to survive. But sometimes it doesn’t necessarily need to be full of kicking ass –either punches or kicks, let alone a knife or even a gun. With hospitality -a warm and friendly smile, everything will be okay.
#4Sehat5Silat
#4Silat5Sempurna

Pernahkah anda mendengar salah satu quote Bruce Lee  yang berbunyi: " To hell with circumstances; I create opportunities" ...



Pernahkah anda mendengar salah satu quote Bruce Lee yang berbunyi: "To hell with circumstances; I create opportunities". Ini adalah salah satu quote beliau yang paling dahsyat menurut Penulis. Artikel berikut ini menceritakan salah satu fakta tentang Bruce Lee -sang Bapak MMA, yang mungkin bisa membantu menyemangati anda untuk bangkit dari segala kekurangan yang ada.

Kebanyakan dari kita percaya bahwa kita sering terperangkap oleh keadaan dan bahwa situasi saat inilah yang akan menentukan kita. Ini adalah pemikiran yang sebenarnya salah. Kita tidak mungkin terperangkap atau terdefinisikan oleh keadaan jika kita cukup berani untuk keluar dari zona nyaman kita dan sebaliknya menciptakan peluang. Kita memiliki kemampuan untuk membentuk takdir kita sendiri dan melakukan apa yang ingin kita lakukan dalam hidup, tapi hidup yang kita inginkan tidak akan semudah itu diserahkan pada kita, kitalah yang harus keluar dan mengambilnya

Sebagian besar dari kita telah mengenal Bruce Lee sebagai spesimen sempurna seorang seniman bela diri — cepat, mudah marah, dan sekaligus kuat. Kita semua sadar akan kecepatan kilat yang dia gunakan untuk menyerang lawan-lawannya. Lee dilahirkan dengan kemampuan alami sebagai seniman bela diri, sebagian besar dari kita percaya itu. Tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Bruce Lee ternyata memiliki keterbatasan besar, tetapi dia berhasil mengatasinya. Ia menjadi salah satu seniman bela diri terbaik terlepas dari keterbatasannya : Kaki kiri Bruce Lee satu inci lebih pendek dari kaki kanannya. Heran?

Menurut Joe Hyams, penulis dari buku Zen in The Martial Arts, Bruce Lee membagikan info ini dengannya pada sebuah perbincangan. Joe Hyams yang berusia 45 tahun kala itu sedang menghadapi beberapa masalah terkait usianya. Joe menyayangkan bahwa dia sudah tidak bisa lagi melakukan beberapa jenis tendangan karena usianya di mana elastisitas tubuhnya telah berkurang dan iapun butuh waktu lebih lama untuk pemanasan.

Berikut adalah potongan percakapannya:

Bruce meletakkan sumpitnya di samping piringnya, menyatukan kedua tangannya di pangkuannya, dan tersenyum padaku, “Itu sepuluh tahun lalu,” mulainya lembut, “jadi kau sudah bertambah tua sekarang dan tubuhmu telah berubah. Semua orang memiliki batasan fisik yang harus mereka lewati.”

“Bisa jadi,” balasku, “tapi kalau seorang bisa dilahirkan dengan kemampuan alami sebagai martial artist, itu pasti Anda.”

Bruce tertawa. “Aku akan memberitahukan sesuatu yang hanya sedikit orang yang tahu. Aku telah menjadi seorang martial artist meskipun aku juga memiliki limitasi.”

Saya sangat terkejut. Dalam pandangan saya, Bruce adalah contoh spesimen manusia sempurna dan demikian pula saya katakan.

“Mungkin kamu tidak tahu,” katanya, “tapi kaki kiriku hampir satu inchi lebih pendek dari yang kanan. Hal itu menjadi acuan stance terbaikku – dengan kaki kananku sebagai tumpuan. Lalu setelah aku mengetahui kaki kananku yang lebih panjang, aku memiliki keuntungan pada beberapa jenis tendangan, karena ketidakseimbangan posisinya justru memberikan output yang lebih besar.”

“Aku juga menggunakan lensa kontak. Dari kecil, aku memiliki mata minus, yang berarti kalau aku sedang tidak memakai kacamata, aku akan kesulitan melihat lawan jika ia tidak berada di dekatku. Awal mula aku bergelut di Wing-Chun pun karena ini adalah teknik yang ideal untuk pertandingan jarak dekat. Aku meneriman kekuranganku apa adanya dan berusaha memanfaatkan sebisanya.

Itulah yang harus kau pelajari. Kau bilang kau tidak bisa menendang di atas kepalamu tanpa pemanasan lama, tapi pertanyaan sebenarnya adalah, perlukah kau menendang setinggi itu? Faktanya, sampai saat ini, para martial artist sendiri jarang melakukan tendangan di atas lutut. Head kicks itu untuk pamer saja. Jadi lebih baik sempurnakan saja tendangan setinggi pinggangmu dan ia akan menjadi sangat kokoh sehingga kau tidak akan lagi memerlukan tendangan tinggi.”

“Daripada mencoba melakukan segalanya dengan baik, lakukan hal-hal yang kamu bisa secara sempurna. Walaupun kebanyakan martial artists akan menghabiskan bertahun-tahun menguasai ratusan teknik dan gerakan, dalam sebuah pertandingan atau Kumite, seorang juara mungkin hanya menggunakan 4-5 teknik lagi dan lagi. Ini adalah teknik-teknik yang telah ia sempurnakan dan ia tahu ia bisa andalkan.”

Sumber berita : Bruce Lee Foundation
Gambar dari sini.

Catatan penulis : Tentang kaki yang lebih pendek ini, dalam sebuah video berjudul "The Cause of Bruce Lee's Back Pain? - A Defect HIDDEN In Plain View REVEALED" justru menyatakan fakta sebaliknya bahwa kaki kanan Lee-lah yang sebenarnya lebih pendek satu inchi ketimbang kaki kirinya. Bahkan di video tersebut menerangkan dengan potongan2 gambar saat Lee beradegan tarung melawan Samo Hung muda di film Enter the Dragon di mana dirinya hanya menggunakan cawat, gloves (yang suatu hari menginspirasi model gloves untuk tarung MMA) dan sepatu. Jelas terlihat bahwa tulang kanan bagian bawah Lee (tulang Tibia dan Fabula) lebih pendek jika dibandingkan sebelah kirinya. Saat berdiri tegak dengan kita bisa melihat dari sepatu dan celana cawatnya yang miring dan agak turun di sebelah kaki kanan. Demikian juga dengan tulang dengkulnya (Patella)
Artikel lainnya tentang Bruce Lee yang menolak vonis dokter dan membuktikan bahwa dokter bisa saja salah: silakan baca di sini.


Karena sesuatu hal yang sangat mendesak, saya batal menyaksikan secara langsung pertarungan rematch antara Suwardi - Rudy pada Sab...



Karena sesuatu hal yang sangat mendesak, saya batal menyaksikan secara langsung pertarungan rematch antara Suwardi - Rudy pada Sabtu 5 Mei yang lalu. Lalu tak sengaja mendapati sebuah artikel di situs One Pride mengenai pertandingan keduanya di mana Suwardi terkesan enggan memukul lawan -meski beberapa kali dia mendapatkan kesempatan itu. Sedikit terkesima dan kagum membacanya. Entah ini drama dari Suwardi sendiri yang mungkin agak lebay pasca keberhasilannya merebut kembali gelar juara dari tangan The Golden Boy, ataukah memang ada alasan kuat yang membuatnya bersikap seperti itu. Bandingkan dengan sportifitas petarung Rudi Gunawan yang lebih memilih menahan diri untuk tidak memukul lawannya yang sudah terjatuh. Namun seorang Rudy tak bakalan memberi ampun saat sedang beradu. Sedangkan Suwardi, berusaha tidak memukul meskipun sang lawan terus menghajarnya :)

"Saya memang sengaja tak mau pukul Rudy. Tak mau menyakitinya. Sebab, dia baru saja jadi ayah. Saya seorang ayah dan tahu seperti apa rasanya," kata Suwardi kepada VIVA usai laga.
Co cuit banget!
Karena penasaran, MMA Indonesia sempat mencoba berbicara dengan Suwardi beberapa saat yang lalu. Dan sang Becak Lawu langsung mengkonfirmasi benar seperti itu adanya. Tanpa di-buat2.

Sungguh mantap memang perilaku para juara OnePride ini!
Respect buat Petarung Suwardi. Tetaplah rendah hati.
Salut buat lawannya, Rudy Agustian. Jangan berkecil hati dan terus semangat!
Junjung tinggi sportifitas!

16 years ago, a mixed martial arts baby was born in Indonesia, trying to crawl and learning to walk. Unfortunately, this baby’s step...



16 years ago, a mixed martial arts baby was born in Indonesia, trying to crawl and learning to walk. Unfortunately, this baby’s steps were soon stopped in less than 3 years - early 2005.

Though only briefly, the presence of this baby was able to awaken the martial arts world in this country. The hustle bustle of ambition, pride, and honor shook the heart of fighters coming from various parts of Indonesia. The baby was of course the TPI Fighting Championship – TPIFC, which first aired in June 2002. Since then the awareness towards mixed martial arts increased. Hundred of fighters and dojos tried to prove themselves on the TPIFC stage.

In a way, TPIFC gave birth to many great fighters in each division such as Galih Suroso, Lili UdayAndry Fachruriadi, Sunaryo, Linson Simanjuntak, Zuli Silawanto, Aji Susilo, Yohan Mulia Legowo and of course the undefeated, Fransino ‘the Pitbull’ Tirta.

In light of MMA Indonesia’s 16th anniversary, MMAIndonesia.net presents an interview with the legend himself, Fransino Tirta. Tirta even agreed to answer some questions that might be controversial. This is actually the second interview with Tirta, with the first one took place back in 2005 where we talked about MMA Indonesia’s development at that time. If you are still wondering who Fransino Tirta is, well, maybe you came to the wrong blog :p

Fransino Tirta, who is now 37 years old, is the only undefeated MMA Indonesia fighter ever since his debut in 2004 (with MMA Record 16-0-1). Young Tirta started practicing traditional Jiu Jitsu under the guidance of Sensei Harmudianto in 2001. He also deepened his skill by learning free style wrestling with Surya Saputra, a SEA GAMES wrestling gold medalist. His grappling game went mad after meeting Prof Niko Han and the rest was history. He became unstoppable in TPIFC and won Djarum Super Submission Championship five times in a row. To sum it up, Tirta might be the best MMA fighter and grappler that Indonesia has ever seen.

Here is our interview with the undefeated Fransino ‘the Pitbull’ Tirta :

MMA Indonesia (MI) : 16 years have passed since the TPIFC era, how do you see the MMA’s development nowadays? It sure feels different, considering the fact that you were once a fighter and are now the number one man in OnePride.

Fransino Tirta (FT) : MMA’s development has been remarkable since the existence of OnePride. Before OnePride, there was no MMA stage being regularly aired by national TV, so only a few people were aware of this sport. Everything has changed. When I was a fighter, there was no social media and UFC was not as big as it is today. OnePride fighters nowadays are very famous among the Indonesians, they are celebrities.

MI : We have only been keeping up with OnePride since its third season, so we are still very curious as to how you got involved with the project. We also want to know the story behind PT. Merah Putih Berkibar.

FT : It all started when I first met Pak Ardie Bakrie. We discussed about the development of MMA in Indonesia. How there was only a few fighters in Indonesia and the lack of achievements because there was no regular MMA events. He felt like it was his calling to set up a grand stage for MMA fighters in Indonesia to fight regularly. Pak Ardie Bakrie trusted and appointed me to go on with his vision with the help from TV One and all MMA Indonesia enthustiasts. Today we are very proud to have hundreds of fighter having a career in OnePride. OnePride also won the title of The Most Favorite Sport Program in 2017 in the 20th Panasonic Gobel Award.

MI : How do you see OnePride in five years? We for sure hope it will still be around. This question may also be asked by fighters and MMA clubs that are training very intense to be in OnePride and have a career in MMA Indonesia. From what I heard a lot of fighters have qualified and yet they haven’t been invited to the showcase.

FT : Looking at the trend - be it rating, sponsors, the numbers of audiences and their enthusiasm, as well as the fighters’ improvement, I am very optimistic that OnePride will always be around. Thousand of fighters show up at our auditions, however we are very restrained by the fight card quota, so we can only invite the best of the best. For those who haven’t been invited, please train harder. Try our regional MMA fight (in association with KOBI) or just come again at our audition to upgrade your score. It is the score, not the numbers of audition, that determines whom we invite to the show.

MI : What are your thoughts about Brave MMA that was recently held? Does it give a positive impact, or do you see it as a threat for OnePride?

FT : All MMA events outside the OnePride are not threat for OnePride. With the existance of other event, more stages are available for MMA fighters. More stages mean more MMA lovers which also mean more OnePride lovers.

MI : A few years ago we heard a rumor that you were going to fight against Jens Pulver (a lightweight division UFC fighter), the rumor apparently stayed as rumor. Can you tell us what happened?

FT : Well, that time I was offered to fight against Jens Pulver, a UFC champ. It was of course an honor for me to be able to fight against him. It was an opportunity I would never want to miss. The contract was signed and the tickets were sold out when the promoter suddenly canceled, just two weeks before the show with no reasonable explanation. It is still a mystery to me as well.

MI : Apologies if this is quite sensitive, what happened during the fight between Suwardi and Rudy that you felt the need to issue an explanation in a video. Both of the fighters’ fans had their own opinion. Is there any chance we see the third Suwardi VS Rudy?

FT : The fight was going smooth yet very wild and it came down to the judges to decide the winner. Two of the judges were in favor of Rudy while the other one was in favor of Suwardi, so Rudy won with a split decision. This was one of the things that sparked the controversy. Rudy trained with me, but in OnePride I acted as the fight inspector. It was my job to make sure everything went fair and safe for the fighters. A lot of people suspected the judges were not being fair, that’s why I needed to clarify as to what really happened. There’s a saying :  high winds blown on high hills...

MI : What are your thoughts on MMA fighters nowadays (especially in OnePride)? We’ve seen fighters disrespecting their opponents through trash talks, or fighters being picky with their opponents and even avoiding certain fighters.

FT : As a promoter we provide the stage for fighters to explore, we have guidances and rules so the fight goes smooth, safe, and exciting. However, MMA is also en entertainment, so trash talk or disrespecting your opponents in terms of competing is one of the things that makes it even more exciting.

Each fighter has their own strategies, we have fighters who are not afraid to fight against anyone and some other fighters who calculate which opponent they have a better chance with. As a promoter of course I will go with the brave fighters. The more picky fighters are usually not being prioritized.

MI : Which OnePride battle do you think is the best battle? Why? Can you also name some fighters that you think have a huge potential to stick around in MMA Indonesia stage?

FT : I have a lot of favorit fights. Every battle showcasing beautiful techniques and mental bravery of the fighters are the best of them. Of course the champions have huge potential to advance their career in OnePride.

MI : We all know that KOBI is handling professional sports, but why did it join IMMAF which in fact is for amateur athletes?

FT : Why not? When we met with the Minister of Sports, Bapak Imam Nahrawi, he ordered KOBI to go International -be it Pro or Amateur.

MI : Do you think Indonesian fighters have a shot at UFC?
FT : This is actually the best time for our fighters to get a spotlight at UFC. TvOne has bought the license for UFC programs and is trying to bring MMA to the center stage in Asia. In the future we will bring the best OnePride fighters to UFC. Just wait and see.

MI : I will never get bored to ask if there is a possibility for you to come down and fight again. If it does happen, who wil be your opponent? How do you feel about a Fransino-Yohan rematch?

FT : Hahaha... There is always a possibility, I haven’t officially retired. If I do decide to fight again, it may be against a fighter I have never fought before.

MI : Last but not least, what do you want to say to MMA fans in Indonesia?

FT : For MMA fans in Indonesia, keep supporting the fighters who have risked their career and safety to entertain the MMA fans, let’s build MMA Indonesia to the point where we can see them on the UFC stage.

That concludes our interview with Fransino Tirta.
We actually have more to ask such as his thoughts on OnePride fighters take home pay :), the possibilities of MMA event being held outside Jakarta, do KOBI and OnePride have any targets to get into PON, number of bouts for each contract, and some other controversial issues. This interview, however, is hopefully enough to answer MMA enthustiast’s questions out there. Thank you Fransino Tirta for taking the time! Good luck with OnePride MMA and the Pitbull Academy. Osu!

Kabar gembira dari dunia olah raga nasional, bahwa Pencak Silat akhirnya berhasil masuk sebagai cabor baru yang akan dipertandingkan ...



Kabar gembira dari dunia olah raga nasional, bahwa Pencak Silat akhirnya berhasil masuk sebagai cabor baru yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 ini. Seperti dikutip dari situs berikut ini:

Bola.com, Jakarta - Pencak silat termasuk salah satu cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Pada edisi-edisi sebelumnya, pencak silat tak pernah masuk ajang empat tahunan itu.

Sebagai tuan rumah Indonesia memang berhak menambahkan tiga cabang olahraga. Salah satu yang dipilih adalah pencak silat. Indonesia berpeluang merebut banyak medali dari cabang olahraga ini.

Pencak silat merupakan seni beladiri asli Indonesia, yang tersebar merata di seluruh tanah air termasuk hingga Malaysia. Pencak silat dinilai dari pukulan, tendangan, sapuan, dan bantingan. Sasaran yang harus dikenai adalah pelindung tubuh masing-masing atlet.

Cabor Pencak silat memasang target merebut empat medali emas di Asian Games 2018. Pelatnas Asian Games 2018 2018 cabor pencak silat diikuti 22 atlet di Solo dibawah arahan tujuh pelatih.

Kontingen Indonesia di cabor pencak silat akan turun di 16 nomor dengan rincian 10 nomor tanding (tujuh putra dan tiga putri) dan enam nomor seni (tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta regu putra dan putri).

Di SEA Games 2017, Indonesia membawa pulang dua emas, empat perak dan sembilan perunggu. Dua emas disumbang Wewey Wita serta trio Anggi Faisal Mubarok, Asep Yuldan Sani dan Nunu Nugraha pada nomor seni beregu putra.

"Prestasi tahun 2017 di Sea Games, dapat satu emas di regu putra. Pada 2016 mengikuti kejuaraan dunia di Bali dan mendapat satu emas di PON," kata Anggi Faisal Mubarok, salah satu atlet silat.

Meski berlaga di negeri sendiri, bukan berarti pendekar-pendekar silat Tanah Air tak punya pesaing. Indonesia mewaspadai Vietnam dan Singapura di Asian Games 2018.

"Pesaing di kejuaraan dunia dan Sea Games sebelumnya ada Vietnam dan Singapura," ujar Asep Yuldan Sani, atlet silat.

Berbagai persiapan telah dilakukan cabor pencak silat agar sukses di Asian Games 2018. Salah satunya dengan mengadakan test event. Indonesia sukses besar di tes event Asian Games 2018 dengan menjadi juara umum.

Para pesilat Merah Putih mampu mendulang 11 emas dari 16 kelas yang dipertandingkan, mulai dari 10 hingga 15 Februari 2018 di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta.

Tujuh emas diantaranya didapat dari nomor tarung dari 10 kelas yang diperlombakan. Empat emas lainnya dihasilkan dari nomor seni atau Tunggal Ganda Regu (TGR), yang mempertandingkan enam kelas.

Demi mengasah kemampuan, Indonesia juga mengikuti Belgia Open dan akan beruji coba ke Vietnam dan Thailand akhir Juni.

"Persiapan kami sudah 80 persen ya. Kami yakin akan bisa memberikan yang terbaik di Asian Games 2018. Kita akan jadi tuan rumah dan silat merupakan asli dari Indonesia," kata pelatih kepala pencak silat Indonesia Rony Syaifullah.

Meskipun kondisi Matt Hughes tidak lagi seperti yang dulu kita lihat di atas ring, tetapi untuk saat ini sangat senang rasanya bisa mel...



Meskipun kondisi Matt Hughes tidak lagi seperti yang dulu kita lihat di atas ring, tetapi untuk saat ini sangat senang rasanya bisa melihat Matt berjalan dan tampil kembali seperti biasa lagi. Kalian tentu masih ingat bagaimana keadaan Matt Hughes saat koma ber-bulan-bulan.

Kita tak pernah tahu apakah dia akan berhasil melewati semua ini. Tapi ternyata ada mukjizat Tuhan. Yang sudah menghadirkan kembali salah satu legenda MMA.