LightBlog

Conor McGregor tiba2 membuat kehebohan di Final Piala Dunia dengan berpose bersama presiden Rusia Vladimir Putin . Bintang UFC itu melakuka...

Conor McGregor tiba2 membuat kehebohan di Final Piala Dunia dengan berpose bersama presiden Rusia Vladimir Putin. Bintang UFC itu melakukan perjalanan ke Moskow untuk menyaksikan kesebelasan Prancis mengangkat piala setelah berhasil mencukur  4-2  team Kroasia.McGregor memposting foto dirinya sedang menonton jalannya pertandingan dan juga berfoto narsis di samping Putin.

© TASS Conor McGregor poses with Vladimir Putin
McGregor, yang merayakan ulang tahun ke-30 pada hari Sabtu, telah memposting di Twitter: "Hari ini saya diundang ke final Piala Dunia sebagai tamu dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Pria ini adalah salah satu pemimpin terbesar di zaman ini, dan saya merasa terhormat untuk menghadiri acara penting seperti itu di sampingnya. Hari ini adalah kehormatan bagiku Tuan Putin. Terima kasih dan selamat atas Piala Dunia yang luar biasa."

Sementara sang rival, Khabib Nurmagomedov, sang juara kelas ringan UFC saat ini juga terlihat sedang berada di ibukota Rusia.  Petarung Dagestan tersebut bersorak-sorai memberi semangat pada team Prancis di Stadion Luzhniki.

Sebelumnya pada hari Minggu, McGregor mengisyaratkan bahwa pertarungannya dengan Nurmagomedov semakin dekat ketika dirinya men-tweet video sedang berada di dalam mobil dengan judul, "My Russian compound is taking shape."


© Credits: thenotoriousmma/Instagram


Keduanya bisa saja bertemu di Octagon pada 6 Oktober di Las Vegas, namun tentu saja McGregor harus terlebih dahulu menghadiri pengadilan New York akhir bulan ini.  Dia masih harus menjawab tuduhan terkait dengan insiden pada bulan April lalu di mana ia melemparkan penghalang ke sebuah bus yang sedang membawa petarung2 UFC.  McGregor belum pernah bertanding di UFC sejak dia mengalahkan Eddie Alvarez pada November 2016.


© Provided by Trinity Mirror Shared Services Limited
Semakin panas ya...?
Sumber : MSN






Penasaran ingin tahu bagaimana cara Octagon didirikan dan dipasang? Coba deh lihat video berikut ini. Diambil dari Youtube.  

Penasaran ingin tahu bagaimana cara Octagon didirikan dan dipasang? Coba deh lihat video berikut ini. Diambil dari Youtube.


 

Ga kebayang kalau Petarung idola si Om, mas  Khabib Nurmagomedov  mengenakan design ini sebagai walk out tee -nya. Pasti keren dah. Secara, ...

Ga kebayang kalau Petarung idola si Om, mas Khabib Nurmagomedov mengenakan design ini sebagai walk out tee-nya. Pasti keren dah. Secara, dia adalah seorang Muslim yang taat dan tentunya menjadi panutan bagi fighter2 di seluruh dunia.

Baiklah, mungkin lebih cocok jika dipakai oleh Petarung2 Indonesia di ajang #OnePride MMA yg pingin menjadi juara, karena design ini berisi sebuah Mantra sakti: "Man Jadda Wajada". Yang artinya kira2 : barang siapa ber-sungguh2, maka dia akan berhasil! Bener gak?

Tentu kalian tidak kaget ketika membaca berita bahwa Fransino Tirta - the Undefeated , akan turun bertanding di Asian Games 2018 . Fran...



Tentu kalian tidak kaget ketika membaca berita bahwa Fransino Tirta -the Undefeated, akan turun bertanding di Asian Games 2018. Fransino bahkan dikabarkan telah bergabung dengan Timnas jiu-jitsu dan berada satu tim dengan juara kelas welter One Pride, Rudy Gunawan.

Dalam interview dengan MMA Indonesia.net bulan lalu, Sino tak menyinggung sama sekali tentang hal ini. Dia hanya menjelaskan keinginannya jika harus turun bertarung lagi, sebaiknya bukan dengan lawan yang sama. Dan menegaskan dirinya belum pensiun secara resmi dari hiruk pikuk tarung MMA.

MI : I will never get bored to ask if there is a possibility for you to come down and fight again. If it does happen, who wil be your opponent? How do you feel about a Fransino-Yohan rematch?
FT : Hahaha... There is always a possibility, I haven’t officially retired. If I do decide to fight again, it may be against a fighter I have never fought before.

Fransino akan bertarung di kelas -69 kilogram. Dan menurutnya ada satu alasan mengapa dia ingin kembali bertarung. "Baru kali ini, ada kesempatan yang datang untuk membela Merah Putih, dan didukung oleh negara. Saya ingin mengibarkan bendera Merah Putih dalam ajang sekelas Asian Games yang digelar di Indonesia," tutur Fransino -seperti diberitakan oleh Viva.

Belum pernah mendengar nama Gene LeBell ? Wah kalian belum lulus pelajaran sejarah MMA . Bisa dibilang beliau adalah generasi pertama Pe...



Belum pernah mendengar nama Gene LeBell? Wah kalian belum lulus pelajaran sejarah MMA. Bisa dibilang beliau adalah generasi pertama Petarung MMA di Amerika. 

LeBell yang terlahir dengan nama lengkap Ivan Gene LeBell, lahir 9 Oktober 1932 adalah seniman bela diri, yang sekaligus merupakan seorang instruktur, stunt performer, dan juga pegulat profesional yang lahir di Los Angeles, California. LeBell telah mengerjakan lebih dari 1.000 film dan acara TV dan juga telah menulis 12 buku.

Pada tahun 2000, Federasi Ju-Jitsu Amerika Serikat (USJJF) mempromosikannya ke Dan 9 di  beladiri Jiu Jitsu dan Taihojutsu. Pada tanggal 7 Agustus 2004, Asosiasi Seni Bela Diri Dunia juga telah mempromosikan LeBell ke Gelar 10 dan pada Februari 2005, dia dipromosikan menjadi 9 Dan dalam Judo Tradisional oleh USJJF.

Berikut adalah cuplikan video tarung LeBell melawan seorang Petinju bernama Milo Savage yang direkam pada tanggal 2 December, 1963 di Salt Lake City, Utah. Sepertinya laga mixedfighting ini berakhir dengan KO.


 

"A sport that blends elements of boxing, wrestling, and brawling" Bagi penyuka olahraga MMA, kalian pasti sedikit mengernyit...

"A sport that blends elements of boxing, wrestling, and brawling"

Bagi penyuka olahraga MMA, kalian pasti sedikit mengernyitkan dahi ketika membaca judul postingan ini. Tentang beberapa fakta terkait sejarah MMA modern. Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar atau membaca, bahwa UFC bukanlah event MMA pertama yang ada di Amerika, seperti yang telah kita kenal selama 25 tahun belakangan ini.

Berikut sebuah artikel yang Penulis ambil dan diterjemahkan dari blog mmahistory.org. Tulisan yang hampir sama pernah Penulis post di blog Mixedfighting tahun pada tahun 2008:

Informasi yang tersedia di website ini dikumpulkan dengan tujuan melestarikan integritas historis dari mixed martial arts modern sebagai olahraga di Pennsylvania dan di penjuru Amerika Serikat. Kami ingin menghargai usaha banyak kelompok dan individu yang telah membantu ‘memulai’ olahraga ini. UFC sendiri telah melakukan pekerjaan yang baik dengan memasarkan MMA di dunia, dan patut diakui akan keberhasilannya. Namun beberapa mitos dan bagian-bagian hilang dari sejarah yang kita ketahui, dan menjadi perkara yang bisa diperdebatkan. Di bawah ini adalah beberapa fakta yang kami sajikan untuk mengedukasi dan mengisi kehilangan informasi pada sejarah MMA modern.

Para Pelopor
CV
(Caliguri and Viola) Productions adalah perusahaan yang mempromosikan MMA pertama di sejarah Amerika, dibangun pada 1979.  Bill Viola adalah penulis pertama peraturan MMA yang diresmikan di 1979; dan diterapkan pada 130 pertandingan. Standard pada masa itu paralel dengan peraturan yang digunakan sekarang.

CV Productions Inc adalah sebuah perusahaan MMA berbasis di Pittsburgh, PA yang didirikan di tahun 1979. Ia dianggap perusahaan MMA pertama di AS dan berkontribusi dalam menciptakan blueprint bagi kompetisi MMA modern. Perusahaan ini mempromosikan liga MMA mainstream pertama di 1980 dengan tujuan membuat sebuah cabang olahraga baru. Kompetisi MMA teratur pertama kali dikenalkan di AS juga oleh CV. Kompetisi pertama ini dinamakan Tough Guy Contest dan diadakan di tanggal 20 Maret di New Kensington, PA. dan berikutnya di tahun yang sama perusahaan ini mengganti nama kompetisinya menjadi  to “Super Fighters.”

The World Martial Arts Fighting Association (WMAFA) adalah sanction body untuk semua pertandingan yang diselenggarakan CV Productions dan merupakan badan pengurus pertama bagi MMA di Amerika.

CV Productions memperkenalkan kompetisi MMA terstruktur dan terbuka di Amerika pada 20 Maret, 1980 di Pittsburgh, PA dengan kejuaraan pertamanya “Battle of the Tough Guys”. Ini adalah keberhasilan komersil MMA pertama dan menandai awal sebuah cabang olahraga baru.

Lebih lanjut di tahun 1980, Tough Guys di-rebranded sebagai Super Fighters untuk memberikan kesan professional fighting: The “Super Fighters League” (The SFL). Ini adalah liga MMA pertama di kalangannya dan menetapkan arah bagi MMA pada umumnya.

Pennsylvania adalah negara bagian pertama dalam sejarah yang menetapkan larangan resmi bagi MMA, melalui undang2 passage of Senate Bill 632 (Session of 1983 Act 1983-62).  Hukum ini dibuat secara khusus untuk menjegal event CV Productions dan menggunakan bahasa sedetail mungkin untuk mendefinisikan kompetisi MMA dengan melarang:

“Kompetisi yang melibatkan segala jenis kontak fisik antara 2 atau lebih individu, yang saling berusaha menjatuhkan lawannya dengan boxing, gulat, taktik martial arts atau kombinasi dari mereka dan dengan menggunakan teknik-teknik seperti pukulan, tendangan, dan cekikan tapi tidak terbatas pada teknik tersebut.”

Dan Sepuluh tahun setelah dikeluarkannya undang-undang itu, Ultimate Fighting Championship pertama muncul di tahun 1993.

Ultimate fighting: beberapa dekade mendahului masa.
Tahun 1979, Co founder CV Productions menulis buku peraturan MMA setebal 11 halaman yang paralel dengan aturan olahraga tersebut pada masa kini. *Untuk dicatat bahwa akar MMA tersebar di Yunani kuno, Asia, bahkan menyebutkan Bible. Artikel ini berusaha mengeksplor perkembangan MMA sebagai olahraga modern dan langkah-langkah perjalanannya hingga diterima oleh publik. CV Productions bertujuan untuk mengubah “aduan” tradisional semacam Vale Tudo (yang dipopulerkan oleh Gracie Challenges yang terkenal di Brazil) menjadi olahraga kombat resmi di AS.

Peraturan MMA modern yang diakui oleh sebagian besar Komisi Atlet Negara Bagian saat ini telah mengalami bertahun-tahun penilaian yang berujung penambahan safety precaution rules and regulations . Proses panjang merupakan usaha untuk membentuk kesan “No Holds Barred” dari UFC Championship pertama hingga menjadi olahraga yang bisa diterima di Amerika. Yang menarik, banyak dari peraturan yang diterapkan sekarang sebenarnya mengambil aturan yang sama yang sudah digunakan di tahun 1980. Tapi ironisnya, CV Productions justru dituntut 30 tahun lalu karena menggunakan metode-metode yang kini sudah bisa diterima dengan baik. Butuh hampir 3 dekade bagi the State Athletic Commissions (SAC) dan para promoter untuk menyetujui banyak standard yang sebenarnya sudah ada dari 1980.

Pelarangan MMA
Pada 6 Novermber 1980 CV Productions dipaksa ( The Pennsylvania State Athletic Commission TPSAC membatalkan pertandingan mereka berikutnya di Greensburg, PA. CV telah diberikan ultimatum; jika mereka tetap melaksanakan pertandingan, polisi Pennsylvania akan turun tangan dan membubarkan event nya sendiri. CV tidak menghiraukan peringatan tersebut atas dasar Athletic Commission tidak memiliki yurisdiksi atas kompetisi Tough Guys. Berdasarkan Pennsylvania Athletic Code Act of August 31, 1955 (P.L.531, No.131),  negara bagian mengawasi dan mengatur olahraga boxing dan professional wrestling, namun MMA adalah olahraga yang benar-benar baru.

Hingga akhirnya pada 6 November 1980 pertandingan di Greensburg tetap berlagnsung, hanya untuk memberi kesempatan pemerintah untuk semakin mengkritik. Kemudian terjadi sesuatu yang tak disangka-sangka, Ronald Miller, 23 tahun meninggal setelah mengikuti kompetisi Tough Guys di Johnstown.  Event ini sebenarnya tidak punya hubungan apapun dengan CV Production. Tapi sayangnya anggota legislatif Pennsylvania menggunakan hal ini sebagai alasan untuk menginvestigasi semua pertandingan yang diadakan di sana hingga akhirnya melarang MMA. Tekanan dari SAC memaksa legislative hearing yang pada akhirnya menghasilkan the passage of SENATE BILL No. 632 Session of 1983 yang efektif melarang semua jenis event MMA di Pennsylvania, dan dengan spesifik menyebut kontes yang diadakah CV Productions seperti Battle of the Brawlers dan Tough Guy contests.

Setelah pertimbangan hukum yang cukup Viola dan Claiguri disarankan untuk menghentikan promosi event-event mereka di tahun 1981. Efektif mulai 27 Februari 2009, Pennsylvania melegalisasi MMA. Ini mengakhiri puncak dari 30 tahun sengitnya memperjuangkan MMA dari Pennsylvania State Athletic Commission.

Ada pertanyaan....?
Atau masih penasaran? Coba baca ini, masih di blog yang sama.

Artikel tentang Pencak Silat yang ditulis oleh Guru Tonny Hartcone di blog mixedfighting.net tahun 2008 saat memperingati Hari Kemerdekaa...

Artikel tentang Pencak Silat yang ditulis oleh Guru Tonny Hartcone di blog mixedfighting.net tahun 2008 saat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Keren.


Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Sheikh Shamsuddin (2005), berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat.

Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu.

Dalam historisasi pencak silat dapat disimpulkan bahwa terdapat dua kategori akar aliran pencak silat, yaitu: Aliran bangsawan dan Aliran rakyat

Aliran bangsawan, adalah aliran pencak silat yang dikembangkan oleh kaum bangsawan (kerajaan). Ada kalanya pencak silat ini merupakan alat pertahanan dari suatu negara (kerajaan). Sifat dari pencak silat yang dikembangkan oleh kaum bangsawan umumnya tertutup dan mempertahankan kemurniannya.

Aliran rakyat, adalah aliran pencak silat yang dikembangkan oleh kaum selain bangsawan. Aliran ini dibawa oleh para pedagang, ulama, dan kelas masyarakat lainnya. Sifat dari aliran ini umumnya terbuka dan beradaptasi. Bagi setiap suku di Melayu, pencak silat adalah bagian dari sistem pertahanan yang dimiliki oleh setiap suku/kaum. Pada jaman Melayu purba, pencak silat dijadikan sebagai alat pertahanan bagi kaum/suku tertentu untuk menghadapi bahaya dari serangan binatang buas maupun dari serangan suku lainnya.

Lalu seiring dengan perjalanan masa pencak silat menjadi bagian dari adat istiadat yang wajib dipelajari oleh setiap anak laki-laki dari suatu suku/kaum. Hal ini mendorong setiap suku dan kaum untuk memiliki dan mengembangkan silat daerah masing-masing. Sehingga setiap daerah di Melayu umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat.[3] Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada. Adapun sesungguhnya kedua tokoh ini benar-benar ada dan bukan legenda semata, dan keduanya hidup pada masa yang sama.

Perkembangan dan penyebaran Silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.

Disadari atau tidak peperangan tentunya melibatkan satu ilmu beladiri, kalau balik lagi melihat sejarah, betapa para para pahlawan perjuangan RI adalah orang2 yang piawai dalam ilmu beladiri. Sebut sajah dari berbagai daerah di Indonesia, Malaka, Kesultanan Ternate dan Tidore Teuku Cik di Tiro, Imam Bonjol, KH. Zainal Mustafa, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, dan nama-nama lainnya, yang mana menunjukkan bahwa kalangan ulama sekaligus pahlawan nasional ini adalah adalah perintis pengembang pencak silat di Nusantara. Kalau kita kilas balik lagi dan melihat dari aliran Banjaran yang sekarang berkembang sebagai perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, perguruan pencak silat yang menjadi salah satu perguruan historis IPSI. aliran banjaran juga telah melahirkan pendekar besar bangsa Indonesiayang sangat patriotik, seorang Bapak TNI "Jenderal Besar Soedirman". Beliu adalah murid langsung dari KH Busyro Syuhada, guru besar aliran Banjaran.

Semenjak pencak silat khususnya di Jawa pada tahun 40 an digemari oleh kalangan pemuda pelajar untuk mempersiapkan kemerdekaan RI, apa lagi sesudah pencak silat di tahun 1942 masa Jepang distandarisasi digunakan sebagai sebagai program ilmu beladiri yang dia jarkan kepada PETA(Pembela Tanah Air), Pasukan Pelopor dsb. Jepang memberikan masukan dalam methoda pengajaran pencak silat sebelum dimulai, terlebih dahulu melakukan "taizo" pemanasan agar tidak terjadi cedera otot. Sejak itu lah perguruan pencak silat yang dimotori oleh kalangan pelajar ex PETA, Pasukan Pelopor dan Haiho.

Sistem pengajarannya sebelum berlatih mengenakan serimonial seperti beladiri Jepang (upacara, menghormat, berdoa dan mulai pemanasan, berlatih dan ditutup dengan cerimonial lagi) karena itu berbeda pencak silat sistem pengajarannya antara pencak silat dari dari Jawa Tengah, Jawa Timur dengan Jawa Barat dan Sumatera barat)

Dalam Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-63 ini, kembali mengukuhkan semangat Kebangsaan menuju Kebangkitan Nasional Kedua, Pencak Silat telah memberikan banyak sumbangsih pada negara dan bangsa ini, dan para cerdik cendekiawan yang bijak mengatakan: Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya luhurnya sendiri. (HC)

Daftar Pustaka:
KPS Nusantara: Perkembangan Pencak Silat (Kumpulan)
Sahabat Silat: Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Wikipedia Indonesia: Pencak Silat

Ini berita tentang Gulat di Aceh beberapa tahun silam. Dikutip dari AcehCyber.net yang linknya saat ini sudah tidak bisa diakses lagi. ...

Ini berita tentang Gulat di Aceh beberapa tahun silam. Dikutip dari AcehCyber.net yang linknya saat ini sudah tidak bisa diakses lagi.



Sorak - sorai riuh penonton yang menyaksikan pertandingan olah raga tradisional di lapangan bola kaki Blang Paseh kota Sigli ketika itu, membuat sebahagian masyarakat terutama kaum tua yang berasal dari berbagai kecamatan yang kerap menggelar kegiatan yang sama pada hari itu, seakan mereka kembali kemasa muda mereka puluhan tahun lalu.

Betapa tidak pertandingan olah raga memperingati ulang tahun kemerdekaan republik indonesia memperebutkan Piala Bergilir Wakil Bupati Pidie 6 tahun lalu itu, bukanlah kompetisi sepak bola atau olah raga yang sejenis lainnya. Melainkan sebuah pertandingan olah raga tradisional yang sangat mereka gemari, bahkan mereka sendiri kerap pernah ikut terlibat di dalamnya. Terutama ketika dulu mereka masih berusia muda, di setiap usai musim panen di desa mereka tiba. Pertandingan itu mereka sebut permainan Geudeu – Geudeu yang merupakan olah raga tradisional khas kabupaten pidie.

Tak ayal beberapa diantara mereka bahkan ada yang berteriak histeris ketika memberikan semangat kepada tim yang difavoritkan sedang beraksi di tengah lapangan. Darah tua mereka seakan menggelegak kembali ketika melihat aksi para petarung muda pada pertandingan yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga setempat itu.

Kata salah seorang tokoh Geude – geode yang ditemui, konon olah raga tradisional yang mirip dengan Gulat dua melawan satu, atau seperti Smack Down ini, dimainkan oleh masyarakat pedesaan sebagai pelampiasan kegembiraan mereka pada saat malam purnama setelah uasai musim panen. Dengan beralaskan tumpukan jerami di areal persawahan yang baru dipanen tersebut, di sanalah mereka mengadu kekuatan secara beregu dua melawan satu dengan aturan yang seadanya.

Aturan mainnya terbilang unik, setiap satu putaran permainan hanya melibatkan 3 orang petarung yakni 2 melawan 1orang. Petarung yang 2 orang dengan saling berangkulan tangan diwajibkan hanya boleh menjatuhkan lawan yang 1 orang dengan berupaya menangkap dan membantingnya tanpa boleh memukul.

Sedangkan petarung yang 1 orang boleh menendang dan memukul lawan dengan batasan dari bagian dada hingga kebawah. Biasanya pertandingan tersebut hanya melibatkan petarung dari 2 tim yang berlainan desa. Masing – masing desa biasanya menurunkan belasan orang petarungnya secara bergantian.

Bila pada putaran pertama tim A menurunkan 2 orang petarungnya melawan 1 orang petarung dari tim B, maka pada putaran berikutnya tim A akan menurunkan 1 orang petarungnya melawan 2 orang dari tim B demikian seterusnya.

Sedangkan durasi waktu untuk satu putaran biasanya tidak ada ketentuan yang baku. Kecuali hanyalah sebatas petarung yang 2 orang mampu menjatuhkan petarung yang 1 orang.

Dan yang uniknya lagi dulunya pertarungan mereka itu digelar dengan tanpa dipimpin oleh seorang wasit. Sehingga kapan waktunya pertarungan itu akan selesai pun tidak ditentukan dengan batasan waktu tertentu.

Menurut Penjabat Bupati dari Kabupaten tetangga yang merupakan salah seoarang yang sangat mengemari dan juga banyak mengetahui tengtang Geude – geode, yang ikut menurunkan timnya dalam event memeriahkan hari jadi Republik Indonesia tersebut ketika itu, olah raga tradisional Geudeu – Geudeu ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda sebelum Indonesia merdeka.

Dulu bahkan oleh sejumlah kaum bangsawan di Pidie, olah raga ini pernah dijadikan sebagai Prioritas pertunjukan resmi dilingkungan Meuligoe para Bangsawan setempat. Kata dia lagi, konon Geudeu – Geudeu adalah sebagai olah raga tradisi warisan para leluhur mereka yakni masyarakat Pidie.

Meski tidak meiliki aturan permainan yang baku, olah raga keras ini sangat digemari oleh masyarakat Aceh khususnya di Kabupaten Pidie. Yang menarik dalam permainan Geudeu – Geudeu ini, sering kali para pemainnya mengalamai cedera patah dan sebagainya akibat pukulan dan bantingan, namun demikian, nilai – nilai sportivitasnya tetap selalu bisa dijaga dan terjunjung tinggi.

Setelah saling pukul dan banting dalam permainan, selanjutnya mereka saling berpelukan usai pertandingan. Tanpa berujung dendam berkepanjangan, baik secara kelompok maupun perorangan.

M. Husen 46 tahun salah seorang pemain handal Geudeu - geudeu dari simpang tiga, baginya olah raga tradisional ini sangat menyenangkan. Permainan yang digelutinya sejak ia masih duduk dibangku sekolah dasar dulu itu, dapat memuaskan batinnya, paling tidak saat ia dapat mengalahkan lawan - lawannya.

Pasca pergolakan Politik yang melahirkan konflik berkepanjangan di Bumi Serambi Mekah puluhan tahun lalu, olah raga Tradisional khas Kabupaten Pidie ini mengalami kefakuman. Popularitasnya semakin surut, bahkan terkesan nyaris terlupakan.

Lalu pada tahun 1989 Saidi Amin salah seorang Guru olah raga dari jajaran dinas pendidikan kabupaten pidie, mengangkat olah raga Geudeu – Geudeu kedalam thema penulisan skripsinya.

Dalam penulisannya tersebut dia coba munculkan sejumlah aturan main yang baru bagi olah raga Geude – geode tersebut, sebagai tuntutan Modernisasi sesuai perkembangan zaman.

Selanjutnya berselang dua tahun kemudian tepatnya tahun 1991, untuk pertama kalinya olah raga tradisional ini dipertandingkan kembali. Respon masyarakat kabupaten pidie terhadap olah raga yang mirip Smack Down ini ternyata masih cukup besar. Buktinya ribuan orang datang berbodong – bondong untuk menyaksikannya.

Bahkan menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga setempat ketika itu, usai menggelar pertandingan resmi lanjutan memperebutkan Piala Wakil Bupati Pidie ke I pada tahun 2006 lalu, dia juga mengaku pernah mengikut sertakan tim Geudeu – Geudeu kabupaten pidie ini dalam pekan olah raga tradisional di Jakarta.

Hasilnya sangat memuaskan, paling tidak kata dia upayanya tersebut telah melahirkan decak kagum bagi yang sempat menyaksikannya ketika itu.

Lantas wajar saja pada pertandingan Geude - geude dalam rangka memeriahkan HUT – RI beberapa waktu lalu itu, animo masyarakat terhadap olah raga musim panen ini semakin tinggi. Oleh sebab itu pihak Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pidie ketika itu berjanji akan terus berupaya keras untuk melertarikannya.

Janji sang kepala dinas pemuda dan olah raga kabupaten pidie itu, untuk melertarikan olah raga tradisional Geude – Geudeu dengan aturan permainnan yang lebih permanen tersebut, mendapat sambutan hangat terutama oleh Wakil Bupati Pidie Nazir Adam SE. Bahkan ketika itu Nazir Adam sang Wakil Bupati yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya itu, sempat memberikan sinyal yang sangat positif dengan berjanji sepenuhnya akan mendukung program dimaksud.

Bahkan kata Wakil Bupati yang baru menjabat empat bulan lebih ketika itu juga sempat berharap, pada Event yang sama tahun – tahun berikutnya, kelompok peserta yang ikut bertanding diharapkan akan lebih banyak lagi. Paling tidak setiap kecamatan masing – masing dapat mengirimkan 1 timnya. Dengan demikian kata dia, upaya untuk melanjutkan pembinaannya menjadi lebih maksimal.

Bagi sebagian orang, olah raga tradisional Aceh yang hanya ada di Kabupaten Pidie ini adalah sebuah permainan yang sangat unik. Betapa tidak olah raga keras dengan resiko cidera yang amat tinggi ini, bisa dimainkan dengan aturan yang seadanya. Bahkan tanpa menimbulkan bias dendam yang berlanjut. Padahal dalam arena pergulatannya, para pemain sering terbius emosi yang kental untuk mengalahkan lawan tandingnya.

Oleh sebab itulah menurut Abdurrahman seorang pemerhati Geudeu – Geudeu asal kecamatan sakti menyarankan, agar upaya melestarikan olah raga tradisional ini harus pula disertai dengan upaya melahirkan peraturan permainannya yang lebih kongkrit dan baku. Hal itu dimaksudkan selain untuk menambah daya tariknya, juga sebagai upaya memperkuat nilai – nilai Sportivitas olah ragawan sejati.

Untuk dapat mengembalikan popularitas olah raga tradisional ini seperti pada zaman kejayaan kesultanan Aceh dulu, salah seoarang anggota DPRK Pidie ketika itu Amri yang juga mantan pemain Geudeu – Geudeu asal simpang tiga bahkan berjanji, melalui lembaganya yakni Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten setempat, ia akan terus berupaya mendorang pemerintah daerah untuk melekukan pembinaan yang sistematis. Sebab menurutnya olah raga peninggalan para leluhur masyarakat Pidie ini haruslah tetap dilestarikan sebagai sebuah kebanggaan bagi generasi sekarang.

Kata Amri lagi ketika itu, jika semua pihak peduli dan serius untuk memikirkan pola pengembangannya, maka ia sangat optimis olah raga tradisional Geudeu – Geudeu ini akan kembali mencapai puncak popularitasnya di Kabupaten Pidie bahkan di seantero Aceh.

Selain sarat dengan nilai – nilai sejarah, seni dan kebudayaan yang terkandung didalamnya, olah raga tradisional aceh Geudeu - Geudeu yang hanya ada di bumi Kabupaten Pidie ini, juga memiliki pesona simbolis dari karakteristik masyarakat aceh yang Fulgar.

Bahkan lebih dari sekedar itu, olah raga yang konon dimainkan malam hari saat bulan purnama setelah uasai musim panen ini, juga bisa dijadikan sebagai media pemersatu bagi utuhnya ikatan persaudaraan sesama warga masyarakat dari satu desa, kecamatan, atau bahkan Kabupaten yang satu dengan yang lainnya.

Paling tidak dengan seringnya menggelar pertandingan olah raga tradisional Geudeu – Geudeu ini dapat mengisyaratkan arti sebuah persatuan yang utuh. Bisa dibayangkan, ribuan orang dari berbagai kelompok masyarakat sekabupaten bisa berbaur menyatu dengan antusias yang sama dalam sebuah pertandingan olah raga tradisional, ini merupakan sebuah wahana yang paling strategis untuk mengalang persatuan dan kesatuan bangsa.

Tapi apa lacur yang terjadi sekarang ini, pada saat geliatnya kembali membias dan mendapat sambutan hangat dari sejumlah pihak di Kabupaten Pidie ini, pesonanya kembali memudar seiring berjalannya waktu. Janji manis dari seorang Wakil Bupati yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya itu tak sempat terrealisasi.

Harapan pak Abdurrahman sang pemerhati Geude – geude asal kecamatan Sakti pun menjadi tak berujung.

Bahkan upaya Amri untuk mendorong Pemerintah daerah dalam rangka pembinaan yang sistematis bagi pengembangannya pun menjadi kandas, seiring lengsernya Amri sebagai anggota DPRK.

Tips keren dan greget banget dari kang Yayan "Mad Dog" Ruhiyan . Yang penting jangan grogi, katanya. Dan yang lebih penting lagi...



Tips keren dan greget banget dari kang Yayan "Mad Dog" Ruhiyan. Yang penting jangan grogi, katanya. Dan yang lebih penting lagi adalah, jangan sampai ketemu penjahat ya non :)

Video ini diambil dari Kapanlagi.