LightBlog

Pernahkah anda mendengar salah satu quote Bruce Lee  yang berbunyi: " To hell with circumstances; I create opportunities" ...

Jangan Jadikan Keterbatasan Sebagai Penghalang!



Pernahkah anda mendengar salah satu quote Bruce Lee yang berbunyi: "To hell with circumstances; I create opportunities". Ini adalah salah satu quote beliau yang paling dahsyat menurut Penulis. Artikel berikut ini menceritakan salah satu fakta tentang Bruce Lee -sang Bapak MMA, yang mungkin bisa membantu menyemangati anda untuk bangkit dari segala kekurangan yang ada.

Kebanyakan dari kita percaya bahwa kita sering terperangkap oleh keadaan dan bahwa situasi saat inilah yang akan menentukan kita. Ini adalah pemikiran yang sebenarnya salah. Kita tidak mungkin terperangkap atau terdefinisikan oleh keadaan jika kita cukup berani untuk keluar dari zona nyaman kita dan sebaliknya menciptakan peluang. Kita memiliki kemampuan untuk membentuk takdir kita sendiri dan melakukan apa yang ingin kita lakukan dalam hidup, tapi hidup yang kita inginkan tidak akan semudah itu diserahkan pada kita, kitalah yang harus keluar dan mengambilnya

Sebagian besar dari kita telah mengenal Bruce Lee sebagai spesimen sempurna seorang seniman bela diri — cepat, mudah marah, dan sekaligus kuat. Kita semua sadar akan kecepatan kilat yang dia gunakan untuk menyerang lawan-lawannya. Lee dilahirkan dengan kemampuan alami sebagai seniman bela diri, sebagian besar dari kita percaya itu. Tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Bruce Lee ternyata memiliki keterbatasan besar, tetapi dia berhasil mengatasinya. Ia menjadi salah satu seniman bela diri terbaik terlepas dari keterbatasannya : Kaki kiri Bruce Lee satu inci lebih pendek dari kaki kanannya. Heran?

Menurut Joe Hyams, penulis dari buku Zen in The Martial Arts, Bruce Lee membagikan info ini dengannya pada sebuah perbincangan. Joe Hyams yang berusia 45 tahun kala itu sedang menghadapi beberapa masalah terkait usianya. Joe menyayangkan bahwa dia sudah tidak bisa lagi melakukan beberapa jenis tendangan karena usianya di mana elastisitas tubuhnya telah berkurang dan iapun butuh waktu lebih lama untuk pemanasan.

Berikut adalah potongan percakapannya:

Bruce meletakkan sumpitnya di samping piringnya, menyatukan kedua tangannya di pangkuannya, dan tersenyum padaku, “Itu sepuluh tahun lalu,” mulainya lembut, “jadi kau sudah bertambah tua sekarang dan tubuhmu telah berubah. Semua orang memiliki batasan fisik yang harus mereka lewati.”

“Bisa jadi,” balasku, “tapi kalau seorang bisa dilahirkan dengan kemampuan alami sebagai martial artist, itu pasti Anda.”

Bruce tertawa. “Aku akan memberitahukan sesuatu yang hanya sedikit orang yang tahu. Aku telah menjadi seorang martial artist meskipun aku juga memiliki limitasi.”

Saya sangat terkejut. Dalam pandangan saya, Bruce adalah contoh spesimen manusia sempurna dan demikian pula saya katakan.

“Mungkin kamu tidak tahu,” katanya, “tapi kaki kiriku hampir satu inchi lebih pendek dari yang kanan. Hal itu menjadi acuan stance terbaikku – dengan kaki kananku sebagai tumpuan. Lalu setelah aku mengetahui kaki kananku yang lebih panjang, aku memiliki keuntungan pada beberapa jenis tendangan, karena ketidakseimbangan posisinya justru memberikan output yang lebih besar.”

“Aku juga menggunakan lensa kontak. Dari kecil, aku memiliki mata minus, yang berarti kalau aku sedang tidak memakai kacamata, aku akan kesulitan melihat lawan jika ia tidak berada di dekatku. Awal mula aku bergelut di Wing-Chun pun karena ini adalah teknik yang ideal untuk pertandingan jarak dekat. Aku meneriman kekuranganku apa adanya dan berusaha memanfaatkan sebisanya.

Itulah yang harus kau pelajari. Kau bilang kau tidak bisa menendang di atas kepalamu tanpa pemanasan lama, tapi pertanyaan sebenarnya adalah, perlukah kau menendang setinggi itu? Faktanya, sampai saat ini, para martial artist sendiri jarang melakukan tendangan di atas lutut. Head kicks itu untuk pamer saja. Jadi lebih baik sempurnakan saja tendangan setinggi pinggangmu dan ia akan menjadi sangat kokoh sehingga kau tidak akan lagi memerlukan tendangan tinggi.”

“Daripada mencoba melakukan segalanya dengan baik, lakukan hal-hal yang kamu bisa secara sempurna. Walaupun kebanyakan martial artists akan menghabiskan bertahun-tahun menguasai ratusan teknik dan gerakan, dalam sebuah pertandingan atau Kumite, seorang juara mungkin hanya menggunakan 4-5 teknik lagi dan lagi. Ini adalah teknik-teknik yang telah ia sempurnakan dan ia tahu ia bisa andalkan.”

Sumber berita : Bruce Lee Foundation
Gambar dari sini.

Catatan penulis : Tentang kaki yang lebih pendek ini, dalam sebuah video berjudul "The Cause of Bruce Lee's Back Pain? - A Defect HIDDEN In Plain View REVEALED" justru menyatakan fakta sebaliknya bahwa kaki kanan Lee-lah yang sebenarnya lebih pendek satu inchi ketimbang kaki kirinya. Bahkan di video tersebut menerangkan dengan potongan2 gambar saat Lee beradegan tarung melawan Samo Hung muda di film Enter the Dragon di mana dirinya hanya menggunakan cawat, gloves (yang suatu hari menginspirasi model gloves untuk tarung MMA) dan sepatu. Jelas terlihat bahwa tulang kanan bagian bawah Lee (tulang Tibia dan Fabula) lebih pendek jika dibandingkan sebelah kirinya. Saat berdiri tegak dengan kita bisa melihat dari sepatu dan celana cawatnya yang miring dan agak turun di sebelah kaki kanan. Demikian juga dengan tulang dengkulnya (Patella)
Artikel lainnya tentang Bruce Lee yang menolak vonis dokter dan membuktikan bahwa dokter bisa saja salah: silakan baca di sini.


0 comments: