LightBlog

Ini posting tentang makanan bernama Cireng. Pernah dengar nama Cireng? Benar, makanan dari Jawa Barat. Masih sekeluarga dengan rumpun g...

Cireng MMA


Ini posting tentang makanan bernama Cireng. Pernah dengar nama Cireng? Benar, makanan dari Jawa Barat. Masih sekeluarga dengan rumpun gorengan. Lalu apa hubungannya dengan MMA.....? Ga ada. Tapi ini adalah Cireng MMA. Cireng berlabel MMA. Kepanjangan Maknyus, Mantap, Asoy!
Baru2 ini sang empunya merek Cireng MMA a.k.a CBR 5000 curhat di akun FB-nya. Mungkin beliau sedang gundah karena order yg masuk berlimpah ruah sementara sdm tidak support. Okelah.... 

Terimakasih rekan kompetitor....
Sebelumnya maaf jika tulisan saya ini mengganggu teman-teman saya (di fb khususnya) silakan di-skip untuk yang tidak berkenan, karena tiba-tiba aja saya pengin share hal beginian, hehehe maaf ya...
Sejak saya ikutan “nimbrung” produksi cireng di 2016 (sebelumnya saya mengikuti jejak brand dari luar Kebumen yang penjualannya cukup signifikan di Kebumen) untuk kemudian memasarkan produk saya sendiri di wilayah Kebumen, sampai sekarang beberapa merk baru bermunculan secara bertahap, beberapa teman juga memberitahu kepada saya tentang info tsb dan saya justru menanggapinya dengan senang bahkan berterimakasih kepada merk/brand cireng baru yang ada di Kebumen. Kenapa begitu? berikut pendapat saya dengan kehadiran mereka.
1. Profit atau benefit baru dan segmentasi pasar tumbuh, dengan hadirnya kompetitor maka secara langsung akan menciptakan konsumen baru, artinya ini otomatis menghadirkan kesempatan dan peluang baru, sehingga saya bisa “ikut-ikutan” laris dengan tumbuhnya pangsa pasar yang digarap oleh pemain lain, oh iya juga pasti akan banyak kenalan baru dan lingkaran baru dengan bertumbuhnya hal ini.
2. Demand atau permintaan (tambahan baru), seperti sesuai yang dibahas di poin 1 dengan tumbuhnya pasar maka kita tidak perlu capek-capek “babad-alas” atau “trukah” atau mengenalkan “product knowledge” lagi, calon konsumen akan penasaran tentang kenapa sih banyak yang jual produk ini, akhirnya merekapun mulai mencari para pedagang.
3. Mengukur bargaining position produk/brand/merk, tanpa adanya kompetitor saya kesulitan mengukur sejauh mana posisi tawar produk saya jika dibandingkan dengan yang lain, juga dengan ini juga bisa tahu beberapa keputusan penting semisal meraba atau menghitung seberapa ambang batas margin keuntungan yang paling ideal (atau wajar) untuk saya ambil dari jualan saya ini.
4. Fokus dan serius, dengan hadirnya merk lain atau baru saya jadi lebih bisa fokus terhadap jualan saya ini karena meskipun jualan dengan omzet kecil tapi ini adalah salah satu pilar yang menyokong keberlangsungan ekonomi keluarga saya, jadi saya selalu serius akan hal ini.
5. Service Level dan Kerjasama, dengan banyaknya rekan-rekan dari merk lain otomatis masing-masing kita harus menaikkan level kepuasan ke konsumen dan juga kerjasama dengan banyak orang semisal para reseller yang sangat-sangat membantu perjalanan produk ini.
6. Bahan baku lebih mudah dan biaya produksi lebih rendah, dengan banyaknya pemain lain otomatis mereka juga akan mencari bahan baku ke pasar, yang mana akhirnya ketersediaannya akan digenjot oleh para pedagang karena banyak yang mencari, dengan kemudahan ini maka biayapun semakin minim = keuntungan untuk kita.
7. Kekurangan diri sendiri semakin terlihat, dari pergerakan kompetitor kita jadi bisa semakin tahu betapa banyak kekurangan kita dibanding sebelumnya, karena mereka akan meng-eksposnya dimana ini menjadi preseden yang baik untuk kita karena mereka secara tidak langsung akan membuat kita tersadar tentang kesalahan atau ketidak-tepatan keputusan/kebijakan yang kita lakukan, lalu dengan tsb kita bisa segera merubahnya menjadi lebih baik untuk keuntungan bersama.
Sebenernya masih ada beberapa hal yang ingin saya bahas, namun sepertinya ini saja udah terlalu panjang untuk sekedar postingan di fb, ahahaha, apapun maaf jika ada salah-salah kata atau postingan sepanjang ini yang sangat mengganggu anda.
OJI PARABOLA & CIRENG MMA – TELP/SMS/WA: 085227215678 - 085227715678

0 comments: